Logo Header Antaranews Sumbar

Perlu Sinergitas Bangun Kerukunan Warga di Padang

Senin, 29 Juli 2013 09:12 WIB
Image Print
Ketua MUI, Buya Duski samad memberikan pencerahan dalam acara berbuka puasa bersama Gerakan Pemuda Ka'bah di Gedung Sanggar Tari Taman Melati.

Padang, (Antara) - Berbagai permasalahan yang ada di Kota Padang mengatasnamakan kelompok sosial maupun agama dinilai akan menjadi bumerang dalam menciptakan kenyamanan bermasyarakat. "Untuk itu sinergitas seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan kerukunan hidup bermasyarakat dan membangun citra Kota Padang sebagai kota yang Metropolitan yang aman, tentram dan religius," kata Ketua panitia silaturahmi gerakan pemuda Kabah Kota Padang Bakri Arifai bekerjasama dengan Forum Masyarakat Peduli Sumbar, Minggu.Ia mengatakan, arus keterbukaan informasi dan masuknya budaya asing mulai mengikis filosofi Minangkabau "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah yang menjadi tatanan peradaban masyarakat Minang yang menjunjung tinggi nilai agama dan adat.Ketua MUI Kota Padang, Buya Duski Samad menyatakan, dalam mewujudkan kerukunan hidup bermasyarakat terdapat dua hal yang penting yakni internal diri dengan memacu kesadaran diri bahwa orang lain hadir untuk memacu kehidupan yang berkualitas dan kreatif. Selain itu, memberikan penguatan eksternal kepada komponen masyarakat untuk menyadari suatu perbedaan dengan menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.Apabila dalam suatu lingkungan terdapat perasaan terusik oleh kelompok lain dan tidak dapat diredam sedemikian rupa akan menimbulkan suatu konflik. Untuk itu kerukunan hidup bermasyarakat menjadi penting agar masyarakat mengerti kehidupan heterogen dan apabila dalam Islam menjunjung faedah Islam Rahmatan Lil Alamin, terang Buya.Lebih lanjut Buya mengomentari dinamika kehidupan di Kota Padang yang sudah semakin heterogen, muncul suatu pemikiran mengungkap Padang Undercover seperti kehidupan Kota Padang di malam hari, dinamika pergaulan pemuda Kota Padang, maupun dinamika sosial Kota Padang.Hal senada diungkap Bimas Polresta Padang, Aiptu Sukasmi, dimana implementasi membina keamanan yang utama adalah kesadaran dalam diri setiap individu untuk menjaga ketertiban dan ketentraman di lingkungan sekitar. Apabila hal tersebut sudah terwujud, menciptakan keharmonisan dan ketentraman masyarakat akan menjadi tanggungjawab bersama dan bukan hanya sekedar semboyan.Sementara Ketua DPD KNPI Kota Padang, Andre Algamar mengungkapkan, pola kehidupan bermasyarakat Kota Padang saat ini sudah semakin individualis dan semangat membangun harmonisasi sosial di antara sesama sudah semakin kurang. Padahal membina kerukunan hidup bermasyarakat merupakan tanggungjawab bersama. Namun disaat ada kegiatan pembagian raskin, BLSM, semua elemen masyarakat bersuara dan menyatakan sebagai makhluk sosial yang perlu dibantu, ungkapnya. (stn)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026