Logo Header Antaranews Sumbar

Pemerintah menargetkan menambah satu juta UKM baru

Jumat, 1 Juli 2022 16:40 WIB
Image Print
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan kuliah umum di Unand Padang, Jumat. (Antara/Ikhwan Wahyudi)

Padang (ANTARA) -

Pemerintah menargetkan akan menambah satu juta UKM baru hingga 2024 sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan di Tanah Air.
"Presiden telah mengeluarkan Perpres nomor 2 tahun 2022 sebagai landasan mencetak satu juta wirausaha baru di Indonesia," kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Padang, Jumat.
Ia menyampaikan hal itu pada Kuliah Umum dan Diskusi Interaktif Kewirausahaan dengan tema Young Entrepreneur Wanted serta peluncuran program kerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) Padang dalam bidang peningkatan kapasitas usaha rintisan.
Menurut dia kendati pelaku usaha di Indonesia 99,9 persen adalah UMKM tapi yang sudah masuk dalam kategori wirausaha mapan baru 3,18 persen.
"Ini rendah sekali kalau dibandingkan dengan Singapura yang jumlah UMKM mapan mencapai 8,76 persen dengan jumlah penduduk kurang dari lima juta jiwa," kata dia.
Sementara menurutnya saat ini Indonesia punya penduduk 270 juta jiwa tetapi jumlah wirausaha baru 3,18 persen.
Sedangkan Malaysia jumlah wirausahanya sudah di atas Indonesia yaitu 4,74 persen dan Thailand 4,2 persen.
Oleh sebab itu pihaknya ingin menambah satu juta wirausaha baru sehingga pada 2024 komposisinya naik menjadi 3,95 persen.
"Syukur-syukur bisa sampai empat persen, karena kalau ingin jadi negara maju jumlah pengusaha harus empat persen dari total populasi penduduk," katanya.
Ia melihat di negara maju jumlah wirausaha mencapai 10 hingga 14 persen.
Kemudian ia melihat meski pelaku usaha di Indonesia 99 persen adalah UMKM pada 2045 diperkirakan Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi empat besar di dunia setelah Amerika Serikat, China dan India.
"Untuk menuju negara maju bukan hanya SDM dan infrastruktur namun juga menyiapkan dunia usahanya dengan menambah wirausaha muda," ujar dia.
Untuk itu pihaknya ingin menggandeng Universitas Andalas karena Ranah Minang dikenal dengan darah pengusaha.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026