Logo Header Antaranews Sumbar

Solok Selatan selesaikan tender senilai Rp29,4 miliar

Jumat, 3 Juni 2022 15:29 WIB
Image Print
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Solok Selatan M Yudi. (Antara/Erik)

Padang Aro (ANTARA) -

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat sudah melelang paket pekerjaan senilai Rp132,9 miliar dan sebanyak 11 paket dengan nilai Rp29,4 miliar sudah selesai hingga awal Juni 2022.
"Masih ada 16 paket lagi yang belum didaftarkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersangkutan dan kami sudah meminta untuk disegerakan supaya cepat diproses," kata Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Solok Selatan M Yudi, di Padang Aro, Jumat.
Semakin cepat paket tender dimasukkan oleh OPD katanya, maka akan cepat pula selesainya sehingga pengerjaan juga bisa segera dilaksanakan.
Dia mengatakan, pekerjaan yang sudah ditender sebanyak 62 paket dimana 11 sudah selesai dan 51 lagi sedang proses maupun persiapan tender.
Dalam rentang dua minggu kedepan atau pertengahan Juni 2022 katanya, sebagian besar paket yang sudah proses lelang akan selesai di tender dan segera dikerjakan.
Dari 62 paket tender yang sedang diproses katanya, 22 paket diantaranya pembiayaannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Salah satu lelang yang sudah selesai tender yaitu pengadaan sapi dengan pagu dana Rp8,6 miliar dan hasil lelang Rp8,4 miliar serta sudah tahap surat penunjukan penyedia barang dan jasa.
Khusus bantuan sapi indukan sebanyak 506 ekor ini sebelumnya Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan akan mengkaji ulang bersama tim teknis karena merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Kami akan mengkaji ulang bantuan sapi melalui APBD Kabupaten sebanyak Rp8,6 miliar untuk 506 ekor indukan lokal apakah dihentikan atau ditunda dan apa tindaklajutnya dan secepatnya diputuskan," kata Bupati.
Akan tetapi katanya, dari Provinsi sudah ada larangan lalu lintas ternak dari Kabupaten lain maupun Provinsi lain.
Oleh sebab itu katanya, diberikan waktu kepada tim teknis jangan sampai merugikan kelompok yang sudah di data ataupun APBD.
Ia menjelaskan, kalau dilanjutkan bantuan sapi ini maka dampaknya yang perlu dipikirkan tetapi bila dihentikan tentu kelompok yang rugi sehingga perlu mengkaji lagi bagaimana baiknya.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026