
Solok Selatan mengkaji ulang bantuan sapi melalui APBD
Selasa, 24 Mei 2022 15:13 WIB

Padang Aro (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat akan mengkaji ulang bersama tim teknis bantuan 506 ekor sapi indukan lokal unggul melalui dana APBD 2022 karena merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Kami akan mengkaji ulang bantuan sapi melalui APBD Kabupaten sebanyak Rp8,6 miliar untuk 506 ekor indukan lokal apakah dihentikan atau ditunda dan apa tindaklajutnya dan secepatnya diputuskan," kata Bupati Solok Selatan Khairunas, di Padang Aro, Selasa.
Akan tetapi katanya, dari Provinsi sudah ada larangan lalu lintas ternak dari Kabupaten lain maupun Provinsi lain.
Oleh sebab itu katanya, diberikan waktu kepada tim teknis jangan sampai merugikan kelompok yang sudah di data ataupun APBD.
Ia menjelaskan, kalau dilanjutkan bantuan sapi ini maka dampaknya yang perlu dipikirkan tetapi bila dihentikan tentu kelompok yang rugi sehingga perlu mengkaji lagi bagaimana baiknya.
"Kami berupaya wabah ini tidak meluas di Solok Selatan tetapi juga jangan sampai merugikan kelompok serta APBD yang sudah dialokasikan," ujarnya.
Terkait kebutuhan hewan untuk korban Pemkab mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian hewan di dalam daerah guna menghindari masuknya PMK.
"Kami tekankan supaya masyarakat membeli ternak lokal atau dalam Kabupaten untuk dijadikan hewan korban," ujarnya.
Sekretaris Dinas Pertanian Solok Selatan Musperi Hendra mengatakan, sudah ditemukan sembilan ekor sapi di daerah itu yang positif terjangkit PMK.
"Apabila yang terjangkit sapi milik kelompok tani yang berada satu kandang maka seluruhnya masuk dalam pemantauan tim," ujarnya.
Proses bantuan sapi melalui APBD Solok Selatan sudah tahap selesai tender akan tetapi belum ada kontrak dengan rekanan.
Pewarta: Erik Ifansya A
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
