Logo Header Antaranews Sumbar

DPRD Sumbar minta perusahaan tambah alokasi minyak goreng curah di Sumbar

Selasa, 12 April 2022 20:27 WIB
Image Print
Rapat Dengar Pendapat DPRD Sumbar dengan mitra kerja soal minyak goreng di Padang, Selasa

Padang (ANTARA) - DPRD Sumatera Barat meminta agar perusahaan minyak goreng di provinsi itu menambah alokasi minyak goreng curah yang akan didistribusikan di daerah itu.

“Kita dapat laporan minyak itu hanya sebagian kecil yang disebar di Sumbar dan sisanya dibawa ke luar, ini tentu tidak benar,” kata dia saat rapat bersama mitra kerja di Padang, Selasa.

Ia mencontohkan PT Incasi Raya yang mampu memproduksi 1.000 ton minyak goreng dalam sehari dan alokasi minyak goreng curah itu 600 ton dan 400 ton untuk minyak goreng kemasan.

Persoalannya dari 600 ton ini yang disalurkan ke Sumbar hanya 150 ton sehari dan sisanya di bawa ke luar Sumbar

“Kita minta Pemprov agar bisa diperbanyak kuota untuk sumbar. Minimal lebih dari 50 persen kuota itu,” kata dia

Ketua Komisi III DPRD Sumbar Ali Tanjung meminta ketegasan dari Pemprov Sumbar akan hal ini karena perusahaan ini menanam sawit di sini, berproduksi dan hasilnya malah dibawa ke luar Sumbar.

“Kondisinya kita saat ini kekurangan sehingga harga di pasaran tak sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” kata dia.

Ketua Komisi I DPRD Sumbar Syawal mengatakan Pemprov harus panggil perusahaan tersebut dan jika tidak tuntas oleh dinas terkait DPRD Sumbar akan panggil perusahaan tersebut.

Sementara anggota DPRD Sumbar dari fraksi PKS Nurfirmawansyah mengatakan logikanya kebutuhan di Sumbar harus terpenuhi dahulu baru perusahaan itu mengirim ke luar Sumbar.

“Jika nanti tidak bisa dipanggil dinas maka DPRD memanggil produsen itu untuk membuat kesepakatan bersama,” kata dia.

Sementara Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumbar mengatakan Kementerian Perdagangan telah melakukan sejumlah upaya menekan harga minyak goreng.

Bahkan kebijakan minyak goreng curah ini melibatkan BUMN untuk percepatan distribusi di Sumbar ada dua perusahaan yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia sejak Maret 458 ton disebar ke beberapa daerah dan PT PPI kuota 500 ton.


“Kita juga bekerja sama dengan sejumlah perusahaan minyak goreng di Sumbar untuk memastikan minyak goreng curah memenuhi kebutuhan masyarakat namun memang harga di lapangan saat ini masih tinggi di lapangan,” kata dia.

Ia mengatakan saat ini melakukan pengawasan bersama dengan Polda Sumbar untuk memastikan jalur minyak goreng curah ini.

“Kita bersama Polda bentuk tim Satgas agar minyak goreng curah ini diterima di pasar sesuai HET,” kata dia.



Pewarta:
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026