Logo Header Antaranews Sumbar

Kemenhub Uji Petik Kapal Hadapi Lebaran

Senin, 15 Juli 2013 11:12 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Kementerian Perhubungan melakukan uji petik kapal di berbagai pelabuhan secara acak guna menghadapi kesiapan angkutan Lebaran 2013 untuk moda transportasi laut. "Uji petik merupakan kegiatan rutin sepanjang tahun, khusus angkutan Lebaran guna menegaskan kesiapan operator," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby Mamahit dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin. Ia mengatakan uji petik untuk kapal-kapal pengangkutan akan dilakukan secara acak di sembilan pelabuhan di Indonesia. Untuk pelaksanaannya, katanya, rencananya mulai pekan kedua Bulan Puasa, karena angkutan Lebaran untuk laut akan dimulai H-15 Lebaran 2013. Ia menjelaskan uji petik untuk mengaudit apakah kapal-kapal laut telah siap dan mememenuhi standar keselamatan dan keamanan, serta kelaikan kapal. Hasil uji petik akan dilihat, antara lain mengenai berapa kapal yang siap dan berapa kapal yang harus memenuhi kembali tingkat kelaikan pelayaran. Jumlah angkutan laut untuk Lebaran 2013, adalah kapal Pelni sebanyak 25 unit, kapal ro-ro swasta 26 unit, kapal cepat swasta 67 unit, kapal perintis 80 unit, kapal swasta jarak dekat 1.049 unit, dan satu kapal TNI AL. Sebelumnya, Kementerian Keuangan menjamin kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjelang Bulan Puasa dan Lebaran, serta mengantisipasi peningkatan "dwelling time" (waktu bongkar muat) dengan melakukan beberapa langkah strategis. Langkah strategis yang telah disampaikan kepada Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono untuk dilaksanakan adalah mewajibkan kantor pelayanan umum bea dan cukai memberikan pelayanan pemeriksaan barang sampai dengan pukul 23.00 WIB, setiap hari kerja. Selain itu, menyempurnakan dan menerapkan sistem manajemen risiko pengawasan barang bea cukai di Pelabuhan Tanjung Priok, serta memfasilitasi langkah sinergis antara operator pelabuhan dan penyedia Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT), serta dengan pihak terkait lainnya. Langkah strategis lainnya, memfasilitasi proses penyelesaian terhadap kontainer yang "longstay" di Pelabuhan Tanjung Priok melalui keterlibatan pihak terkait dan yang bertanggung jawab, sehingga tidak menganggu arus barang dalam pelabuhan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026