Logo Header Antaranews Sumbar

Tambang Martabe Optimalkan Tingkat Produksi

Kamis, 8 November 2012 07:28 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Tambang emas Martabe di Sumatera Utara mengoptimalkan tingkat produksinya hingga mencapai target tahun ini sebesar 43.000 ounce emas dan 334.000 ounce perak setelah beroperasi kembali pada 29 Oktober lalu. Presiden Direktur Tambang Emas Martabe, Peter Albert saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Rabu, mengungkapkan pihaknya telah mengaktifkan pabrik pengolahan bijih emas yang telah berhenti berjalan selama enam minggu. Seperti diketahui, penghentian itu terpaksa dilakukan, karena warga menolak pemasangan pipa pembuangan air sisa proses produksi emas dan perak tambang itu. "Selama penghentian, Tambang Martabe telah melakukan berbagai modifikasi proses dan pekerjaan mekanis untuk memastikan kapasitas produksi dapat segera kembali ke tingkat sebelumnya," ujar Peter Albert. Kapasitas penuh produksi Tambang Emas Martabe sendiri mencapai 250.000 ounce emas dan 2-3 juta ounce perak per tahun. Tambang yang berlokasi di Batangtoru, Tapanuli Selatan ini juga terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya. Pemasangan pipa penyaluran air akhirnya dilanjutkan kembali pada Selasa (30/10), setelah dilakukan diskusi intensif dan menyeluruh dengan stakeholder lokal. Menurut Albert, pemasangan pipa sepanjang 2,7 kilometer dijadwalkan rampung dalam tiga minggu. "Namun semuanya sangat tergantung pada kondisi cuaca," jelasnya. Dari sisi kinerja eksplorasi, juga telah terjadi peningkatan sumber daya dan cadangan emas serta perak yang signifikan, sebesar 1,55 juta ounce emas dan 10,8 juta ounce perak sejak Juli 2011 dari deposit Purnama Timur, Tor Uluala dan Horas. Sekarang sumber daya Tambang Martabe telah mencapai 8,05 juta ounce emas dan 77 juta ounce perak. Seiring dengan konstruksi, eksplorasi, dan produksi yang terus berlangsung, Albert mengaku tambang yang dipimpinnya akan terus meningkatkan performanya terhadap pengelolaan lingkungan. Kinerja pengelolaan lingkungan yang optimal, menjadi standar kerja G-Resources Group selaku pemegang saham mayoritas di Tambang Martabe, katanya. Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat pulau Sumatera, Kecamatan Batang Toru, Propinsi Sumatera Utara, dengan luas wilayah 1.639 km2, di bawah Kontrak Karya generasi keenam ("CoW") yang ditandatangani April 1997. Tambang Emas Martabe kini memiliki sumberdaya 8,05 juta oz emas dan 77 juta oz perak dan mulai berproduksi di bulan Juli 2012, dengan kapasitas produksi penuh per tahun mencapai sebesar 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak berbiaya rendah. Pemegang saham Tambang Emas Martabe adalah G-Resources Group Ltd sebesar 95 persen, dan pemegang lima persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, dimana 70 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan 30 persen dikuasai oleh Pemerintah Propinsi Sumatra Utara. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026