Logo Header Antaranews Sumbar

BMKG: Lima Kota di Sumsel Berawan

Sabtu, 13 Juli 2013 10:40 WIB
Image Print

Palembang, (Antara) - Kondisi cuaca di lima kota wilayah Sumatera Selatan diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika berawan, setelah sebelumnya seluruh kota di provinsi yang memiliki 15 kabupaten/kota itu diprakirakan hujan ringan hingga sedang. "Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, hari ini lima kota diprakirakan berawan, sedangkan enam kota lainnya hujan dengan intensitas ringan dan empat kota berpotensi hujan sedang," kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purnama di Palembang, Sabtu. Menurutnya, kelima kota yang diprakirakan berawan yakni Kota Baturaja, Musirawas, Tebingtinggi, Lubuklinggau, dan Prabumulih. Sedangkan enam kota yang kondisi cuacanya diprakirakan berpotensi hujan ringan yakni Kota Palembang, Indralaya, Muara Enim, Lahat, Martapura, dan Muaradua, serta empat kota yang berpotensi hujan sedang yakni Kota Kayu Agung, Sekayu, Pangkalanbalai, dan Pagaralam. Beberapa kota yang diprakirakan berawan memiliki suhu udara berkisar 23 hingga 33 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 6 hingga 97 persen, kecepatan angin berkisar 20 hingga 25 kilometer per jam dengan arah angin sebagian besar menuju selatan kecuali Kota Baturaja, dan Prabumulih arah angin daerah ini menuju tenggara. Kemudian kota yang diprakirakan mengalami hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 22-32 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 62-97 persen, kecepatan angin berkisar 25-30 km/jam dengan arah angin sebagian menuju selatan dan sebagian lagi seperti Kota Palembang, Indralaya, dan Martapura arah anginnya menuju tenggara. Sementara empat kota yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang diprakirakan memiliki suhu udara berkisar 23-32 derajat Celcius, kelembaban udara berkisar 63-97 persen, kecepatan angin sekitar 30 km/jam dengan arah angin sebagian besar menuju tenggara kecuali Kota Pagaralam arah angin daerah ini menuju selatan, katanya. Dijelaskannya, wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu, pada Juli 2013 atau bulan kedua musim kemarau diprakirakan masih terdapat cukup sering hujan. Masih seringnya turun hujan di provinsi ini dengan intensitas curah hujan hingga 151 milimeter, karena pada kemarau tahun ini terjadi fenomena la nina lemah dan dipole mode negatif serta hangatnya temperatur perairan Indonesia yang menyebabkan masih tersedianya uap air, ujar Indra. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026