
Telur dan minyak goreng alami kenaikan harga di Pasar Raya Solok

Kenaikan harga telur berlangsung sejak akhir tahun 2021,
Solok (ANTARA) - Telur mengalami kenaikan harga dari Rp45 ribu per papan menjadi Rp50 ribu hingga 60 ribu per papannya serta minyak goreng curah naik dari Rp13,5 ribu menjadi Rp19 ribu per kilogramnya di Pasar Raya Solok, Sumbar.
Salah seorang pedagang Marni (35) di Pasar Raya Solok, Rabu, mengatakan kenaikan harga telur berlangsung sejak akhir tahun 2021. Namun kenaikan harga minyak goreng ini sudah berlangsung sejak pertangahan tahun 2021 secara bertahap.
Selain itu, Marni mengatakan kenaikan harga minyak goreng curah secara bertahap sejak pertengahan tahun 2021, awalnya dijual Rp13 ribu kemudian naik menjadi Rp15 ribu, lalu Rp17 ribu hingga sekarang naik lagi menjadi Rp19 ribu per kilogram.
"Begitu pula dengan minyak kemasan juga mengalami kenaikan harga. Kami sebagai pedagang juga bingung apa penyebabnya. Tapi mungkin salah satunya adalah stok terbatas sedangkan permintaan banyak," ujar dia.
Ia berharap harga minyak goreng dan telur kembali stabil seperti harga komoditi lainnya diantaranya berupa cabai merah, gula, beras, bawang merah dan bawang putih.
"Kalau harga naik tentu jumlah pembeli pun berkurang, mending stabil saja harganya, jadi pembeli yang berkunjung juga stabil," kata dia.
Di samping itu, menurut Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan Kota Solok, Efrizal Hasdi melalui Kasi Ketersediaan Pangan Riko Andria Budi menyebut naiknya harga telur dan minyak goreng disebabkan karena jumlah pasokan berkurang sedangkan kebutuhan terus meningkat, sehingga harga menjadi naik.
"Saat ini stok telur di Solok memang berkurang sehingga harga menjadi naik selain itu pakan ayam juga mengalami kenaikan harga," ujar Budi.
Selain itu, ia juga mengatakan salah satu penyebab kenaikan harga minyak goreng karena adanya rehabilitasi kebun sawit atau penanaman baru.
Ia juga menyebutkan untuk kebutuhan minyak goreng di Kota Solok, yakni 10,1 kilogram per orang atau 741,7 ton minyak goreng untuk masyarakat per tahunnya dari total penduduk 73.433 jiwa.
"Kalau per harinya, menjadi 2,03 ton per hari," kata dia.
Ia juga mengatakan sampai saat ini stok minyak goreng di Kota Solok masih cukup, namun jumlahnya tidak sebanyak yang dulu. "Bahkan diperkirakan masih akan ada kenaikan harga minyak goreng ke depannya," ujar dia.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat Kota Solok agar tidak terlalu sering mengonsumsi makan yang berbahan minyak serta menganjurkan mengonsumsi makanan yang berkuah atau direbus.
"Karena selain menghemat minyak, makanan yang direbus juga baik untuk kesehatan," ujar dia.
Selain itu, ia menyebutkan setelah dilakukan pemantauan terhadap 10 komoditas bahan pangan di antaranya berupa minyak goreng, telur, bawang putih, cabai merah, bawang merah, gula, kacang tanah, beras, hanya minyak goreng dan telor yang mengalami kenaikan harga.
"Selebihnya stabil, seperti bawang putih impor Rp26 ribu per kilogram, bawang merah Rp23 ribu per kilogram, cabai merah Rp25 ribu, gula pasir Rp13 ribu per kilogram, dan beras Rp13 ribu per kilogramnya," ucap dia.
Pewarta: Laila Syafarud
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
