
Rusia Seru Mesir Kendalikan Diri Setelah Penumbangan Moursi

Moskow, (Antara/AFP) - Rusia pada Kamis menyeru semua kekuatan politik Mesir menahan diri dan mengendalikan diri dari kekerasan setelah penggulingan Presiden Mohammad Moursi oleh tentara. "Kami menganggap penting bagi semua kekuatan politik di Mesir berlatih menahan diri, mempertimbangkan kepentingan luas nasional tindakan mereka dan membuktikan bahwa mereka berusaha memecahkan masalah politik dan sosial ekonomi dalam kerangka demokrasi, tanpa kekerasan untuk kepentingan semua kelompok sosial dan pengakuan agama," kata kementerian luar negeri dalam pernyataan. Sementara itu, kekuatan Barat menyeru masyarakat Mesir menahan diri dan kembali pada sistem demokrasi di negara tersebut, setelah kekuatan bersenjata pada Rabu menggulingkan Mohammad Moursi, menahannya dan pembantu utamanya. Militer mengatakan langkah itu merupakan respon atas seruan massa demonstran agar Moursi mundur namun barat menyatakan kegelisahannya bahwa presiden Mesir pertama hasil pemilu demokrasi itu telah digulingkan setelah hanya satu tahun menjabat. Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak agar Mesir cepat kembali pada pemerintahan sipil yang terpilih. "Kami percaya bahwa pada akhirnya masa depan Mesir hanya ditentukan oleh masyarakat Mesir," kata Obama dalam sebuah pernyataannya setelah pembicaraan darurat dengan ajudan terkemuka. "Namun demikian kami prihatin dengan keputusan angkatan bersenjata Mesir untuk menggulingkan Presiden Moursi dan menangguhkan konstitusi Mesir," katanya. Inggris juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai intervensi tentara tersebut. "Situasi jelas berbahaya dan kami menyerukan pada semua pihak untuk menunjukkan pengendalian diri dan menghindari kekerasan," kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. Dia menyerukan pemilu dini yang semua pihak dapat mengambil bagian dan untuk mewujudkan pemerintahan sipil. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
