
Sekjen PBB Seru Rusia Berusaha Redakan Ketegangan di Ukraina

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Selasa (15/4), menyeru Presiden Rusia Vladimir Putin, serta pihak lain, agar berusaha meredakan situasi di Ukraina Timur. Di dalam percakapan telepon dengan Putin, Ban "menyampaikan kekhawatirannya mengenai situasi yang mudah bergolak di Ukraina Timur dan menggaris-bawahi bahwa bertambah dalamnya krisis akan sangat merugikan semua pihak terkait. Oleh karena itu setiap orang perlu berusaha meredakan situasi", kata kantor juru bicara PBB, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu. Gelombang baru kerusuhan telah meletus di Ukraina Timur pada akhir pekan lalu, saat pegiat pro-Rusia menduduki gedung pemerintah di Kota Donetsk, Lugansk dan Kharkov. Mereka menuntut referendum mengenai otonomi dan hubungan yang lebih erat dengan Rusia. Selama operasi belum lama ini di Kota Kecil Industri Slavyansk, pasukan keamanan Ukraina terlibat baku-tembak dengan pemrotes pro-Rusia, sehingga merenggut korban jiwa di kedua pihak. Ban berbicara melalui telepon dengan Penjabat Presiden Ukraina Oleksandr Turchynov pada Senin (14/4), dan menyampaikan harapan bahwa Ukraina dapat terus menahan diri dalam upayanya untuk meredakan ketegangan dan menemukan penyelesaian damai. Mengenai seruan Turchynov bagi pengiriman pasukan pemelihara perdamaian PBB ke Ukraina, Juru Bicara PBB Stephane Dujarric, Selasa, mengatakan operasi semacam itu akan memerlukan pengesahan dari Dewan Keamanan. Dalam satu taklimat rutin, Dujarric juga mengatakan Ban terus menyerukan keterlibatan semua pihak dalam dialog politik dan percaya semua orang Ukraina harus bisa secara bebas menyampaikan pendapat mereka dan mengungkapkan keinginan mereka tanpa ancaman kekerasan. "Sekretaris Jenderal ingin semua pihak memainkan peran dalam membantu menemukan penyelesaian damai dan diplomatik bagi situasi di Ukraina," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
