
Bupati Pessel geram dengan capaian kinerja OPD

Painan (ANTARA) - Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Rusma Yul Anwar mempertanyakan lambannya realisasi keuangan organisasi perangkat daerah (OPD) daerah, sehingga berpengaruh negatif terhadap laju kinerja pertumbuhan ekonomi.
Ia menegaskan, keberhasilan dinas dan entitas pengguna keuangan tidak dilihat dari kemampuan menghemat anggaran belanja. Akan tetapi, diukur dari dampak positif program pembangunan terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Kenapa ini terjadi, apa penyebabnya, tolong ini benar-benar dievaluasi secara menyeluruh," tegas bupati saat memimpin rapat evaluasi pembangunan 2021 di Painan, Selasa (14/12).
Rapat evaluasi pembangunan merupakan monitoring dalam melihat kesesuaian antara rencana dan pelaksanaan pembangunan serta pencapaian dan kendala yang dihadapi selama satu tahun pembangunan dilakukan.
Berdasarkan data keuangan dan program pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan, hingga November 2021 realisasi kegiatan fisik masih di kisaran 81 persen, dengan total serapan anggaran hanya sebesar 73 persen.
Bupati melanjutkan, capaian itu sangat jauh dari harapan. Seharusnya realisasi program kegiatan, maupun serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada periode tersebut sudah menyentuh angka 90 persen.
Selain monitoring, capaian kinerja para perangkat daerah juga dijadikan sebagai bahan evaluasi lebih lanjut terhadap unsur di dalamnya. 'Kami akan pantau terus sebagai bahan evaluasi lebih lanjut," ujar bupati menekankan.
Menurut bupati, berhasil atau tidaknya program kerja dan pembangunan sangat bergantung pada masing-masing kepala perangkat daerah, sehingga layak dijadikan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan ke depannya.
Karena itu, dirinya meminta perangkat daerah untuk dapat meningkatkan capaian kinerja dan program pembangunan hingga akhir tahun, sesuai dengan yang sudah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
Pembangunan Pesisir Selatan harus terus bergerak ke depan. Perubahan daerah ke arah yang lebih baik musti jadi komitmen bersama, sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap pelaksanaan keuangan daerah.
Masyarakat tentu berharap segala program pembangunan dan rencana kerja strategis yang telah disusun pemerintah daerah bisa mewujudkan kebutuhan mereka, bukan justeru atas dasar kemauan pejabat.
Dengan demikian, kesejahteraan daerah secara umum dapat tercapai. ''Rakyat yang menggantungkan harapan pada kita harus disikapi dengan program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan,''tutup bupati.
Saat memimpin rapat evaluasi program kerja, Bupati Rusma Yul Anwar sempat geram atas laporan yang disampaikan masing-masing kepala perangkat daerah
Pewarta: Teddy Setiawan
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
