Logo Header Antaranews Sumbar

KTT ASEM Tekankan Kemitraan

Rabu, 7 November 2012 07:25 WIB
Image Print

Vientiane, (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Pertemuan para pemimpin Asia-Eropa (ASEM) pada Selasa berjanji untuk mendorong hubungan yang lebih erat antara Asia dan Eropa pada akhir KTT ASEM Kesembilan yang diselenggarakan di ibu kota Laos Vientiane. Para pemimpin dari 51 anggota ASEM menyerukan untuk meningkatkan kerja sama Asia-Eropa untuk mewujudkan pembangunan bersama dari dua benua dan untuk mengatasi tantangan global serta regional. Selama dua hari sesi pleno tertutup, para pemimpin ASEM bertukar pandangan mengenai pelajaran, pengalaman, ide-ide konstruktif, inisiatif serta visi Asia dalam pandangan memastikan kualitas dan pertumbuhan efisiensi ASEM. "Ini diskusi yang luas mencerminkan tanggung jawab dan komitmen kami yang kuat untuk memperkokoh kemitraan dalam rangka mencapai tujuan utama kami, seperti peran meningkatkan ASEM di bidang perdamaian, stabilitas dan pembangunan dua benua serta di dunia pada umumnya," kata Perdana Menteri Laos Thongsing Thammavong dalam pernyataan penutupnya. Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy sebagai Ketua berikutnya ASEM menekankan, kemajuan yang dibuat oleh para pemimpin Asia pada masalah ekonomi, politik dan sosial-budaya tetapi mengakui bahwa tantangan masih ada untuk bab 2014 pada KTT. "Zona euro berada di jalur yang benar dan pertumbuhan diharapkan untuk mulai lancar pada tahun 2013. Tetapi dalam dunia yang saling terkait di mana pertumbuhan adalah proses di seluruh dunia, baik daerah perlu bekerja sama untuk menempatkan dunia kembali pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan," katanya di menutup acara. Pengalaman dari mitra Asia dalam penanganan krisis ekonomi dan keuangan tentu disambut karena mereka dapat dan semua harus belajar dari satu sama lain, Rompuy menambahkan. Dua dokumen - Vientiane Deklarasi Memperkuat Kemitraan untuk Perdamaian dan Pembangunan dan Pernyataan Ketua Konferensi Tingkat Tinggi ASEM Kesembilan - diterbitkan pada akhir dialog informal. Didirikan 17 tahun lalu, tujuan asli dari ASEM itu untuk mempertahankan dan meningkatkan perdamaian dan stabilitas dan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Terakhir kali pemimpin ASEM bertemu adalah di Brussels pada 2010 dengan isu-isu ekonomi seperti reformasi Dana Moneter Internasional (IMF) dalam fokus di tengah krisis utang Eropa dan rebound yang kuat dari negara-negara Asia. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026