
Minyak Naik Didorong Data Positif AS dan Kekhawatiran Mesir

Singapura, (Antara/AFP) - Harga minyak naik di Asia pada Selasa, karena data manufaktur AS yang positif mendorong harapan permintaan kuat di konsumen minyak mentah utama dunia itu, kata para analis. Harga minyak juga didukung oleh meningkatnya kekhawatiran atas kerusuhan politik di Mesir. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik delapan sen menjadi 98,07 dolar AS per barel di perdagangan sore, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Agustus naik 18 sen menjadi 103,18 dolar AS. "Minyak akan terus memiliki dukungan dari sentimen optimis tentang permintaan yang tercipta setelah data manufaktur AS sebagian besar positif," Desmond Chua, penyiasat pasar CMC Markets di Singapura, mengatakan kepada AFP. Lembaga riset swasta Institute for Supply Management (ISM) pada Senin mengatakan indeks pembelian manajer (PMI) pada aktivitas manufaktur AS naik menjadi 50,9 pada Juni, naik dari 49 pada Mei. Dari18 industri manufaktur yang disurvei, 12 melaporkan pertumbuhan. Angka PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara apa pun di bawah itu menunjukkan kontraksi. Krisis politik yang memburuk di Mesir juga mendukung harga, kata analis. Angkatan bersenjata negara itu pada Senin memberi pemerintahan Islam waktu 48 jam untuk memenuhi tuntutan rakyat, setelah jutaan turun ke jalan menuntut pengunduran diri Presiden Mohamed Moursi. "Situasi Mesir meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan minyak mentah Timur Tengah," Chua mengatakan. Konflik di Mesir bisa memukul pengiriman minyak mentah melalui Terusan Suez, yang menyediakan hubungan antara Eropa dan Asia dan memungkinkan perjalanan kapal antara kawasan lebih aman dan lebih cepat tanpa harus berlayar mengelilingi Afrika. Sementara Mesir bukan produsen minyak utama, terusan membawa sekitar empat juta barel per hari, kurang lebih sama dengan 13 persen dari produksi kartel OPEC. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
