Selama Januari-Juni 2021, Kabupaten Agam produksi ikan air tawar sebanyak 18.322,88 ton

id berita agam,berita sumbar,ikan

Selama Januari-Juni 2021, Kabupaten Agam produksi ikan air tawar sebanyak 18.322,88 ton

Petani Danau Maninjau sedang memanen ikan. (Antarasumbar/Yusrizal)

Produkai paling banyak ikan nila dan disusul ikan mas,
Lubuk Basung (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat realisasi produksi ikan air tawar di daerah itu mencapai 18.322,88 ton selama semester pertama mulai Januari sampai Juni 2021.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira didampingi Kasi Perbenihan dan Sarana Prasarana, Doni Afdison di Lubukbasung, Rabu, mengatakan produksi ikan air tawar itu berasal dari ikan nila sebanyak 14.750,05 ton, ikan mas 2.616,62 ton, ikan lele 768,77 ton, ikan gurami 51,65 ton dan patin 85,65 ton.

"Produkai paling banyak ikan nila dan disusul ikan mas," katanya.

Ia mengatakan, produksi ikan itu berasal dari kolam air tenang sebanyak 5.809,06 ton, kolam air deras 3.533,04 ton.

Sedangkan kolam terpal 308,32 ton, sariban 15,02 ton, keramba irigasi 315,81 ton, keramba jaring apung 8.279,29 ton dan mina padi 61,35 ton.

"Produksi ikan itu tersebar di 16 kecamatan, namun paling banyak di Danau Maninjau Kecamatan Tanjungraya," katanya.

Ia menambahkan, produksi ikan itu dipasarkan di pasar tradisional yang tersebar di kabupaten dan kota di Sumbar.

Namun juga dipasarkan di Provinsi Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Utara dan lainnya.

"Pada umumnya ikan yang dipasarkan ke luar provinsi berasal dari Danau Maninjau," katanya.

Ia memprediksi produksi ikan Agam ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2020, tambahnya produksi ikan air tawar hanya 25.199,87 ton dan enam bulan pada 2021 sudah mencapai 18.322,88 ton.

Pihaknya optimistis produksi ikan air tawar tahun ini akan melebihi tahun sebelumnya, karena masih ada data yang belum masuk dan ditambah data tiga bulan jelang akhir tahun.

"Pada 2018 produksi ikan kita mencapai 45.653,70 ton," katanya.***1***

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021