Sebanyak ini, DAU Pemkab Solok "dipangkas" untuk penanganan COVID-19

id berita solok,berita sumbar,dau

Sebanyak ini, DAU Pemkab Solok "dipangkas" untuk penanganan COVID-19

Pelaksana Harian (Plh), Sekda Kabupaten Solok, Edisar. (Antarasumbar/HO-Humas DPRD Solok)

Penanganan COVID-19 berdampak terhadap pemangkasan DAU Kabupaten Solok senilai Rp21 miliar dan DAK Rp450 juta,
Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumbar, mengalami pengurangan pendapatan transfer berupa Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp21 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp450 juta dalam rangka untuk mendukung penanganan COVID-19.

Pelaksana Harian (Plh), Sekda Kabupaten Solok, Edisar di Solok, Selasa, mengatakan adanya rasionalisasi anggaran dan refocusing kegiatan berimbas pada penyesuaian transfer pemerintah pusat ke daerah karena akibat bencana non alam pandemi COVID-19.

Ia mengatakan hal itu sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan COVID-19.

"Penanganan COVID-19 berdampak terhadap pemangkasan DAU Kabupaten Solok senilai Rp21 miliar dan DAK Rp450 juta," ujar dia.

Akibatnya, rancangan perubahan APBD tahun 2021 mengalami penurunan baik dari segi pendapatan daerah maupun belanja daerah.

Selain itu, ia mengatakan pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi daerah juga menurun akibat melemahnya ekonomi masyarakat akibat berbagai kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat dalam penanganan COVID-19.

Untuk mengatasi hal itu, pemerintah daerah terus berupaya menggali potensi sumber-sumber PAD dengan mengevaluasi peraturan yang berkaitan dengan penetapan tarif dan retribusi daerah.

Terkait penanganan dampak dan pengendalian penyebaran pandemi COVID-19 dalam APBD 2021, Pemkab Solok mengalokasikan anggaran untuk mendukung vaksinasi dan insentif tenaga kesehatan daerah, pengembangan sistem irigasi, penguatan dan pengembangan koperasi dan UMKM.

"Serta stabilisasi ketersediaan barang kebutuhan pokok dan lebih memprioritaskan sektor-sektor yang penting dan mendesak baik di bidang kesehatan, ekonomi, maupun infrastruktur," kata dia.

Ia berharap upaya yang dilakukan pemerintah daerah dapat menekan dampak buruk yang ditimbulkan oleh pandemi ini, sehingga perekonomian masyarakat dapat bangkit dan pulih.

"Dengan bergeraknya sektor ekonomi, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan secara langsung berpengaruh pada menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Solok," ujar dia.

Ia juga berharap agar semua komponen mendukung upaya percepatan penanganan COVID-19 di dearah itu, selain mendukung pelaksanaan vaksinasi juga dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021