Logo Header Antaranews Sumbar

Tiga Tewas Dalam Ledakan di Dekat Masjid Syiah di Baghdad

Selasa, 6 November 2012 06:55 WIB
Image Print

Baghdad, (ANTARA/AFP) - Tiga orang tewas dalam ledakan bom mobil di dekat sebuah masjid Syiah di Baghdad timur, Senin, pada saat acara keagamaan sedang berlangsung, kata sejumlah pejabat. Ledakan itu terjadi pada siang hari (sekitar pukul 16.00 WIB) di dekat Masjid Al-Obeidi di wilayah timur Baghdad, menewaskan tiga orang dan mencederai delapan lain, kata pejabat-pejabat keamanan dan medis. Pemboman itu berlangsung ketika umat Syiah sedang memperingati Ghadir, hari dalam kalender Islam ketika Nabi Muhammad, menurut kepercayaan Syiah, mengumumkan sepupu dan menantunya, Imam Ali, sebagai penggantinya. Meski Ghadir jatuh pada Sabtu, muslim Syiah di Irak terus memperingatinya selama beberapa hari berturut-turut. Juga Senin, tujuh orang lain cedera dalam ledakan di kota Taji, sebelah utara Baghdad, kata beberapa pejabat. Ledakan-ledakan itu merupakan yang terakhir dari rangkaian kekerasan yang terus berlangsung di Irak. Pemerintah Irak mengumumkan September sebagai bulan paling mematikan dalam waktu lebih dari dua tahun, dengan jumlah korban tewas dalam serangan mencapai 365. Statistik yang disusun kementerian-kementerian kesehatan, dalam negeri dan pertahanan menunjukkan bahwa 182 warga sipil, 88 polisi dan 95 prajurit tewas dalam serangan-serangan pada September. Menurut data itu, 683 orang cedera -- 453 warga sipil, 110 polisi dan 120 prajurit. Jumlah korban pada September itu merupakan angka tertinggi yang diumumkan pemerintah sejak Agustus 2010, ketika 426 orang tewas dan 838 cedera dalam serangan-serangan. Sepanjang Agustus, menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas sumber-sumber keamanan dan medis, 278 orang tewas dalam serangan-serangan di Irak. Serangan-serangan itu berlangsung setelah pemerintah Irak mengumumkan bahwa 325 orang tewas dalam kekerasan di Irak sepanjang Juli, yang menjadikannya sebagai bulan paling mematikan di negara itu dalam waktu hampir dua tahun. Angka dari pemerintah biasanya lebih rendah daripada yang diberikan oleh sumber-sumber lain, namun jumlah korban pada Juli itu lebih tinggi dibanding dengan data yang dihimpun oleh AFP berdasarkan laporan dari aparat-aparat keamanan dan petugas medis. Menurut hitungan AFP, sedikitnya 278 orang tewas dan 683 cedera akibat kekerasan di Irak sepanjang Juli, sedikit lebih rendah daripada angka pada Juni. Irak dilanda kekerasan yang menewaskan ratusan orang dan kemelut politik sejak pasukan AS menyelesaikan penarikan dari negara itu pada 18 Desember 2011, meninggalkan tanggung jawab keamanan kepada pasukan Irak. Selain bermasalah dengan Kurdi, pemerintah Irak juga berselisih dengan kelompok Sunni. Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki (Syiah) sejak Desember mengupayakan penangkapan Wakil Presiden Tareq al-Hashemi atas tuduhan terorisme dan berusaha memecat Deputi Perdana Menteri Saleh al-Mutlak. Keduanya adalah pemimpin Sunni. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026