Logo Header Antaranews Sumbar

Kendaraan Antri BBM di SPBU Pasbar

Sabtu, 22 Juni 2013 15:53 WIB
Image Print

Simpang Ampek, Sumbar, (Antara) - Antrian panjang kendaraan disejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar mulai terjadi setelah pengumuman kenaikan Bahan Bakar Minyak oleh pemerintah. Pantauan ANTARA mulai dari SPBU Batang Toman, SPBU Batang Lingkin, SPBU Sariak dan SPBU Kinali, Jumat (21/6) malam hingga Sabtu pagi terjadi antrian kendaraan mencapai satu kilometer lebih. "Saya ingin mengisi minyak kendaraan saya karena dikhawatirkan stok BBM akan habis,""kata salah seorang pengendara, Jun di Simpang Ampek, Sabtu pagi. Dia mengatakan antrian kendaraan sudah mulai terjadi sejak Jumat sore. Namun dapat berjalan tertib dan stok BBM terlihat masih mencukupi. "Mudah-mudahan stok BBM mencukupi karena jika tidak masyarakat akan kecewa karena sudah antri sekian panjangnya,"kata dia. Pengendara lainnya, Hen juga mengharapkan stok BBM tetap mencukupi. Meskipun harga naik ketersediaan BBM tetap ada sehingga pengendara tidak membeli pada kios eceran. "Jika stok habis maka pada kios harga bensin bisa Rp10 ribu per liternya. Untuk itu kami mengharapkan Pertamina menjamin ketersediaan BBM,"katanya. Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sofyan Hidayat mengatakan pihaknya telah menempatkan dua sampai tiga personil di setiap SPBU yang ada. Selain itu juga menggelar operasi pemantauan untuk antisipasi penimbunan BBM. "Sesuai intruksi pimpinan kita menggelar patroli di semua SPBU yang ada. Selain itu semua Polisi Sektor yang ada ikut memantau aktifitas SPBU yang ada di wilayah masing-masing,"kata Kapolres. Dia mengatakan untuk mengatasi keterbatasan stok itu maka pihaknya mengajak agar SPBU tidak menyelewengkan BBM bersubsidi kepada yang tidak berhak menerima. Dahulukan kendaraan sehingga tidak terjadi antrian panjang. Dia menjelaskan penempatan personil pada SPBU juga salah satu upaya untuk mencegah penimbunan BBM oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menjelang naiknya harga BBM. Penempatan personil kepolisian bertujuan untuk mengawasi aktifitas SPBU menjelang naiknya harga BBM. Sebab, ada indikasi oknum petugas SPBU menjual BBM menggunakan jerigen dalam jumlah besar kepada masyarakat. "Jika nantinya masih ada yang masih berupaya melakukan penimbunan BBM maka akan berhadapan dengan hukum,"tegasnya. Pimpinan SPBU Batang Lingkin Santoso mengatakan stok BBM pada SPBU-nya masih banyak dan tersedia. Distribusi solar dan premium dari pertamina masih lancar setiap harinya dengan kapasitas sebanyak 20 ribu liter perharinya. Sedangkan solar datang sekali dalam dua hari dengan jumlah yang sama.(*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026