
Pemprov Sumbar Koordinasikan Sikapi Rencana Kenaikan BBM

Padang, (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mengkoordinasikan dengan instansi terkait di daerah itu, guna menyiapkan langkah-langkah menyongsong rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Kita sudah mengundang instansi terkait tingkat provinsi untuk menggelar rapat pada 19 Juni 2013, dalam rangka mengkoordinasikan persiapan menghadapi kenaikan BBM," kata Asisten Pembangunan, Kesra dan Ekonomi Setdaprov Sumbar, Syafrial di Padang, Selasa. Ia menjelaskan, pihaknya sudah menghimpun informasi dari sejumlah instansi, misalnya beras dilaporkan Bulog Divre Sumbar stoknya masih aman. Pimpinan Bulog sudah menyampaikan kalau terjadi kenaikan harga dampak kenaikan harga BBM nanti, sudah siap digelar operasi pasar. Kendati demikian, tentu mekanismenya mesti dirumuskan bersama dengan instansi terkait lainnya, sehingga adanya sinergitas dalam pelaksanaannya. "Kini stok beras di Sumbar, dilihat pada laporkan Bulog sekitar 18.462.411 kg, setara untuk penyaluran enam bulan ke depan. Posisi harga masih relatif stabil," katanya. Sedangkan posisi harga sama dengan pekan sebelumnya, untuk kualitas I senilai Rp10.200/kg dan kuliatas II Rp8.750/kg dan kualitas III atau jenis medium Rp7.300/kg. Kemudian untuk stok gula pasir dari pantauan petugas bidang perekonomian provinsi, masih relatif cukup dengan posisi harga Rp12.500/kg. Syafrial mengatakan, pihaknya sudah memantau ketersedian BBM tingkat Pertamina dan dilaporkan stok masih cukup di tingkat terminal Teluk Kebung Padang. Namun, pihaknya akan meminta laporan dari PT. Pertamina pemasaran wilayah Sumbar, supaya kalau terjadi kenaikan BBM pekan ini tidak ada kekurangan di tingkat SPBU. "Mudah-mudah kalau terjadi kenaikan harga BBM yang direncanakan pemerintah pekan ini, dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap pergerakan harga kebutuhan lainnya," ujarnya. Oleh karena itu, guna melakukan antisipasi gejolak harga maka diminta kalangan distributor maupun produsen untuk mengendalikan stok bahan kebutuhan pokok. "Sepanjang stok terkendali tingkat distributor atau produsen, tentu dampak kenaikan harga BBM tak menyulitkan masyarakat," ujarnya. (*/sir)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
