
Inggris: Bukti Bashar Al-Assad Gunakan Senjata Kimia Bertambah

London, (Antara/Reuters) - Inggris mengatakan pada Kamis terdapat makin banyak tubuh sebagai bukti yang menunjukkan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menggunakan dan terus menggunakan senjata kimia. "Ada bertambah banyak tubuh yang secara persuasif menunjukkan bahwarezim yang menggunakan - dan terus menggunakan - senjata kimia,termasuk sarin," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri. "Ruang untuk keraguan terus berkurang. Dan Bashar harus memberikanakses penyelidikan tidak terbatas kepada PBB untuk menyelidiki tanah di Suriah serta menetapkan fakta penuh." Sementara itu Gedung Putih AS dalam satu pernyataan Kamis mengatakan, masyarakat intelijen AS menilai Pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia terhadap gerilyawan. "Setelah kajian konsultatif, masyarakat intelijen kami menilai rejim (Presiden Bashar al-Assad) telah menggunakan zat syaraf sarin, dalam jumlah sedikit terhadap oposisi beberapa kali dalam satu tahun belakangan," kata Wakil Penasehat Nasional Gedung Putih Ben Rhodes di dalam pernyataan itu seperti dikutip kantor berita China Xinhua. "Masyarakat intelijen memperkirakan 100 sampai 150 orang telah tewas akibat serangan senjata kimia yang dideteksi di Suriah sejauh ini; namun, data korban jiwa mungkin tidak lengkap," kata Rhodes. Rhodes menambahkan tak ada bukti "yang dapat dipercaya" yang menunjukkan "gerilyawan telah menggunakan senjata kimia". Presiden AS Barack Obama telah mengatakan bukti telah menunjuk kepada penggunaan senjata kimia di dalam wilayah Suriah. Ia telah berulangkali menyebut penggunaan atau kegagalan mengamankan senjata kimia oleh Pemerintah Suriah "garis merah" atau "pengubah permainan" dalam penanganan konflik di negara Timur Tengah itu. Di dalam pernyataan tersebut, Rhodes mengatakan Washington bekerjasama dengan sekutunya untuk mengajukan "kasus yang dapat dipercaya dan terbukti" untuk dibagi dengan masyarakat internasional. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
