Logo Header Antaranews Sumbar

UNHCR Soroti Dampak Perang Terhadap Keluarga

Jumat, 14 Juni 2013 06:39 WIB
Image Print

Jenewa, (Antara/Xinhua-OANA) - Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR), Kamis, melancarkan kegiatan untuk menyoroti dampak perang terhadap keluarga sebelum Hari Pengungsi Dunia pada 20 Juni. Di dalam konteks kemunculan pengungsi dalam jumlah banyak di Suriah, Mali, Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo (DRC), kegiatan "1 keluarga" --yang berlangsung sampai 31 Desember. Kegiatan itu juga menampilkan selebritis dengan pesan video dan seruan unik bagi proyek aksi, dan mengingatkan masyarakat korban jiwa perang adalah ibu, ayah, anak lelaki dan anak perempuan --keluarga, sebagaimana disoroti lembaga pengungsi PBB tersebut. UNHCR menggaris-bawahi konflik baru-baru ini telah memaksa jumlah pengungsi paling banyak yang meninggalkan semua harta mereka, dan dua keluarga diperkirakan menyelamatkan diri dari kerusuhan serta penghukuman setiap menit. Melalui kampanye itu, rekaman video pesohor memperlihatkan bagaimanan pertempuran dapat mengubah masa depan satu keluarga cuma dalam satu menit, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis malam. Video tersebut juga memperlihatkan bagaimana keluarga pengungsi dapat dibantu dan menemukan harapan bahkan selama masa sulit. Sementara itu, proyek foto unik yang diberi nama "The Most Important Thing" mengungkapkan, melalui kata-kata dan gambar, keputusan yang menyakitkan hati yang harus dibuat oleh keluarga pengungsi ketika mereka dipaksa meninggalkan rumah mereka, dan menceritakan bagaimana keluarga itu bertahan hidup, kata UNHCR. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026