Taufiq Kiemas Wafat Persukuan Sikumbang "Mangambang Lapiak"

id Taufiq Kiemas Wafat Persukuan Sikumbang "Mangambang Lapiak"

Padangpanjang, (Antara) - Persukuan Sikumbang di Jorong Sungai Ungkang Nagari Sabu, Tanahdatar mengadakan tradisi "Mangambang Lapiak" untuk memanjatkan doa kepada yang maha kuasa atas wafatnya Taufiq Kiemas Datuak Basa Batuah, Sabtu sore.

"Tradisi 'Mangambang Lapiak' kami lakukan jika ada warga persukuan yang meninggal dunia termasuk Taufiq Kiemas salah seorang penghulu yang ada di persukuan kami," kata anak kemanakan Taufiq Kemas Datuak Basa Batuah Edri Sutan Rajo Ketek di Tanahdatar, Minggu (9/6).

Dia mengatakan, tradisi "Mangambang Lapiak" akan dilakukan mulai malam ini selama tiga hari berturut-turut yang akan dilakukan oleh warga sekitar dan sanak famili.

"Dalam melaksanakan tradisi itu, warga akan melakukan tahlilan dan membacakan yasin untuk memanjatkan doa bagi almarhum agar diterima disisi-Nya," kata dia.

Dia mengatakan, selain tahlilan selama tiga hari itu, para famili dan ahli waris juga akan menerima pelayat hingga seminggu kedepan.

"Kemudian kegiatan tahlilan juga akan dilakukan 40 hari setelah almarhumah meninggal dunia," sebut dia.

Almarhuma Taufiq Kiemas menjadi seorang penghulu di Persukuan Sikumbang pada tahun 2003 melalui acara melewakan "datuak" dengan menyemblih seekor kerbau di Surau Balenggek (mushalla) di daerah setempat.

Almarhuma Taufiq Kiemas diberi gelar Datuak Basa Batuah, yang dinaungi oleh pucuk adat datuak Kayo di persukuan Sikumbang tersebut.

Tokoh PDI Perjuangan Taufik Kiemas meninggal dunia akibat serangan jantung hari Sabtu pukul 19.00 waktu Singapura dan dikebumikan, Minggu. (**/ben/wij)
Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar