
BKKBN Ingatkan Fenomena Bonus Demografi

Jakarta, (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mengingatkan tentang fenomena bonus demografi dan jendela peluang yang terkait dengan masalah pertumbuhan penduduk. "Bonus demografi adalah adalah proporsi penduduk usia produktif yang sangat besar," kata Sekretaris Utama BKKBN, Soebagyo di Jakarta, Sabtu, usai kembali dari pertemuan dengan para jurnalis di Sentul, Bogor. Subagyo menjelaskan, bonus demografi adalah keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil proses penurunan fertilitas jangka panjang. "Transisi demografi menurunkan proporsi penduduk usia muda dan meningkatkan proporsi penduduk usia kerja, dan ini menjelaskan hubungan pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi," katanya. Dia juga mengatakan, bonus demografi dengan kata lain bisa diibaratkan suatu keadaan ketika jumlah penduduk produktif usia 15 hingga 64 tahun lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk muda di bawah 15 tahun dan lansia 65 tahun ke atas. "Bonus demografi sering dikaitkan dengan kesempatan yang disebut jendela peluang," katanya. Kesempatan yang didapat, kata dia, berupa kondisi ketika rasio ketergantungan antara jumlah penduduk usia kerja dengan penduduk usia muda dan lansia yang terendah. "Jendela peluang ini hanya akan terjadi satu kali saja dalam sejarah sebuah negara. Jendela peluang ini juga tidak terjadi selamanya, melainkan hanya tersedia dalam waktu yang sangat singkat, satu atau dua dekade saja," katanya. Hal itu, kata dia, dikarenakan dalam transisi demografi usia harapan hidup yang terus meningkat akan meningkatkan jumlah lansia di atas 65 tahun sedemikian rupa sehingga rasio ketergantungan juga bertambah besar. "Pemanfaatan bonus demografi dan jendela peluang akan amat tergantung pada kuantitas dan kualitas angkatan kerja, serta kondisi pasar kerja yang mendukung. Dengan kuantitas angkatan kerja yang besar, kita harus mempercepat peningkatan kualitas angkatan kerja ini," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
