Logo Header Antaranews Sumbar

Sektor Pertanian Solok Selatan Terbesar Sumbang PDRB

Kamis, 30 Mei 2013 13:14 WIB
Image Print

Padang Aro, Sumbar, (Antara) - Sektor pertanian di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat terbesar dalam menyumbang produk domestik regional bruto karena didukung kondisi alam yang subur sehingga pertanian berkembang baik. Bupati Kabupaten Solok Selatan, Muzni Zakaria di Padang Aro, Kamis, mengatakan sektor pertanian tanaman pangan dan perkebunan memberikan kontribusi nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang cukup tinggi daerah itu. Sesuai informasi laporan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Solok Selatan tahun anggaran 2012, sejak 2005 hingga 2012 kontribusi sektor pertanian dan perkebunan memberi kontribusi paling besar dari lainnya. Ia menyebutkan, sektor pertanian tanaman pangan Solok Selatan menghasilkan komoditas seperti padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar dan ubi kayu. Hasil pertanian terbesar adalah padi yang dihasilkan oleh tiga kecamatan di daerah itu yaitu Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu, Pauh Duo dan Sangir. Dia mengatakan, produksi beras di Solok Selatan pada 2010 sebanyak 133.000 ton, sementara komsumsi masyarakat di daerah itu hanya 55.521 ton setiap tahun. "Dengan kondisi ini Solok Selatan merupakan daerah surplus beras sehingga dapat memasok beras ke daerah lain," katanya. Hal ini juga didukung mata pencaharian utama penduduk di Solok Selatan sebagai petani, termasuk petani kebun. "Dominasi petani kebun juga bisa terlihat dari perubahan penggunaan lahan hutan menjadi kebun yang cenderung meningkat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir,"katanya. Ia mengungkapkan, saat ini untuk sektor perkebunan besar di Solok Selatan ada sebanyak 13 perusahaan yang terdiri dari 11 perkebunan sawit dan dua perusahaan perkebunan teh. "Dari 13 perusahan perkebunan besar itu mempunyai luas lahan yang aktif seluas 83.493 hektare," kata dia. Dia menambahkan, selain sektor pertanian, perkebunan potensi unggulan lain yang dimiliki adalah pertambangan yang diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Dari survei yang dilakukan, terdapat bahan galian logam dan non-logam yang cukup potensial antara lain emas, timah hitam, bijih besi, tembaga, mangan, perak, bentonit, granit, marmer, obsidian dan batu giok. Selain itu, juga ditemukan sumber panas bumi atau geothermal yang telah dilakukan eksploitasi sesuai ketentuan yang berlaku. (**/rik)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026