
Pelukis Yahya Taisir Hadirkan "234 In Harmony"

Jakarta, (ANTARA) - Pelukis Betawi Yahya Taisir menghadirkan sebuah pameran tunggal-nya pertama bertajuk "234 in Harmony" di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki pada 2-11 November 2012. "Dalam pameran tunggal kali ini ada 42 lukisan dan 25 persen sudah milik kolektor saya," kata Yahya Taisir seusai pembukaan pameran tunggalnya yang pertama "234 in Harmony" di Jakarta, Jumat. Menurut dia, tema "234 in Harmony" mempunyai makna gabungan dari sembilan goresan pelukis yang digabung menjadi satu seperti pada Afandi, Nyoman Gunarsa, Kriyono, Hardi, dan lain-lain. Dalam goresan tersebut, kata dia, 234 yang digabungkan menjadi sembilan jurus pukulan yang djadikan satu menjadi harmoni atau selaras garis, warna, dan bentuk sehingga menjadi satu kesatuan yang indah. Ia mengungkapkan melukis adalah anugerah yang diberikan Tuhan karena bisa mendapatkan rejeki dan memberikan nafkah untuk keluarga. "Saya melukis mengalir saja seperti air yang terus mengalir ke arah yang bisa ditembusnya. Melukis wajah, bunga, penari, atau apa saja yang saya tangkap melalui panca indera tergores melalui tangan saya," ujar pelukis yang mendirikan Himpunan Pelukis Betawi (HIPBI). Dalam kesempatan yang sama, pelukis kawakan Sri Warso Wahono mengatakan pelukis Yahya Taisir masih punya energi lebih banyak untuk memposisikan dirinya dalam kancah seni rupa Indonesia. "Terima kasih kepada mas Yahya mau membagi kekuatan karyanya untuk kita nikmati bersama, itu adalah sebuah tawaran yg elok bagi kita semua karena lukisannya mempunyai makna kebenaran serta keagungan," ujar dia. Menurut dia, Yahya memantapkan pilihan tema kehidupan penari (manusia) sebagai ucapan ekpresif kreatif. Figur-figur penari yang pada umumnya dilukis dalam posisi bergerak. menyamping, atau frontal sehingga hal itu terkesan dinamis. "Warna-warna yang segar dan cerah, dengan berbagai imbuhan gerak garis dan titik menimbulkan efek indah," ujar dia. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan Yahya menampilkan sejumlah karya beragam tema dengan sapuan ekspresionis. Menurut Budayawan dan Pemerhati Seni tersebut, lukisan Yahya menampilkan banyak figur penari seperti karya lukisan Hardi dan Nyoman Gunarsa. Lukisan penari tersebut mengekspresikan gerak dan bentuk yang ekspresif. "Kekagumannya pada Afandi, Nyoman Gunarsa, Kriyono, dan Hardi terlihat dari goresannya yang spontan kadang dekoratif. Ia mencoba menggabungkan gaya dan teknik para pelukis senior itu dengan gayanya sendiri," ujar Penulis buku detik-detik kematian Kartosoewirjo. Ia berharap semoga Yahya menciptakan karya yang besar dan bermakna sebagai pelukis betawi. Sebelum pameran tunggal-nya pertama, Yahya telah mengikuti dua pameran. Pertama pameran lukisan Art Energy di Galeri Nasional Jakarta pada 15 Mei 2012. Kedua, pameran Sketsa Jakarta di Bentara Budaya Jakarta pada 6 Juni. Yahya bersama 13 pelukis senior ikut memamerkan karya-karya sketsa tentang Jakarta yang sedang menyongsong pemilihan Gubernur Baru. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
