
Ban Ki-Moon Tiba di Kongo

Kinshasha, (Antara/AFP) - Pimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon tiba di Republik Demokratik Kongo tepatnya di kota Goma, Kamis, tiga hari setelah terjadi pertempuran antara pasukan pemerintah dan gerilyawan yang mengakhiri beberapa bulan tenang di wilayah timur negeri itu. Kunjungan Ban ke negeri yang kaya akan sumber tambang dan sedang bergolak itu dilakukan sehari setelah ia bersama Direktur Bank Dunia memperbarui dukungan mereka untuk perdamaian dan pembangunan di kawasan tersebut. Pertempuran terakhir terjadi di dekat Goma --yang dikuasai oleh kelompok M23 dalam perlawanan bersenjata tahun lalu, meskipun Pasukan Penjaga Perdamaian PBB dalam jumlah besar bersiaga di kawasan itu-- sehingga membuat ribuan warga mengungsi. Namun baik pasukan pemerintah Kongo maupun pasukan gerilyawan mengatakan bahwa situasi di daratan tersebut pada Kamis tampak tenang. Kinshasha dan kelompok M23 saling menuduh mereka melancarkan permusuhan dan mencoba untuk merusak upaya perdamaian di wilayah timur. Pada Rabu kelompok gerilyawa mengatakan mereka siap "segera meghentikan permusuhan" agar Ban bisa berkunjung. Menurut pemerintah pada Selasa, 19 orang terbunuh dalam pertikaian yang baru terjadi, sementara misi pasukan perdamaian PBB MONUSCO melaporkan ada sebuah roket yang diluncurkan dari kubu gerilyawan oposisi pada hari Rabu dan menyebabkan seorang korban meninggal. Sumber di PBB mengatakan, tidak ada permintaan agar Ban membatalkan kunjungannya ke Goma karena suasana tak menentu --yang lepas kendali sejak brigade penyerang pertama dari pasukan PBB tiba di wilayah itu. Kepala Bank Dunia Jim Yong Kim yang menyertai perjalanan Ban dalam lawatan regional itu, pada Rabu menjanjikan dana sebesar satu miliar dolar AS untuk bantuan penanganan program kesehatan, pendidikan, perdagangan dan infrastruktur. "Sekarang tiba waktunya untuk perdamaian dan pembangunan bagi rakyat Republik Demokratik Kongo dan kawasan sekitarnya," kata Ban di Kinshasha setelah bertemu Presiden Joseph Kabila pada awal lawatan tiga hari -- yang juga akan membawanya ke Uganda dan Rwanda. Lawatan itu dilakukan setelah persetujuan yang dimediasi PBB ditandatangani pada Februari oleh 11 negara Afrika untuk menciptakan suasana damai dan stabil di kawasan tersebut. Selain kaya akan bahan tambang, Kongo --yang berukuran seluas Eropa Barat -- dalam peringkat PBB masuk sebagai negara yang paling bawah dalam kelompok negara berkembang, karena diguncang oleh perang yang mematikan. Perlawanan merebak sejak tahun lalu di wilayah timur, gerilyawan sempat merebut Goma pada November dan mengancam akan menyeret wilayah itu ke dalam kancah perang di tengah dugaan PBB dan Kinshasha bahwa Rwanda dan Uganda mendukung M23. Diplomat di kawasan itu maupun internasional menekan perundingan perdamain antara pihak-pihak yang bertikai, tetapi pertempuran baru kembali pecah hari Senin. Pemerintah menyebut 15 gerilyawan dan empat pasukan tentata meninggal dalam bentrok tersebut, sedangkan M23 mengatakan bahwa angka tersebut digelembungkan. Badan Urusan Pengungsi PBB mengatakan, pertempuran meletus di daerah yang terletak sekitar 14 km dari Goma menyebabkan 30.000 orang melarikan diri menuju tempat penampungan sementara. Ban mengatakan ketika berkunjung ke Mozambik awal pekan ini bahwa pemberangkatan secepatnya Pasukan PBB yang beranggotakan sekitar 3.000 pasukan Afrika harus segera ditingkatkan dengan meninjau situasi tak menentu yang terbaru. Penunjukkan pasukan itu disetujui oleh Dewan Keamanan PBB pada Maret sebagai brigade "penyerang" yang pertama dalam pasukan PBB. M23 -- yang terbanyak dari etnik Tutsi -- bersumpah akan melancarkan balasan jika pasukan PBB menyerang, tetapi tidak berniat mengambil kembali Goma, Ibu Kota Provinsi Kivu Utara yang membentang di tepi danau Kivu. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
