Wisatawan di Mandeh wajib terapkan protokol COVID-19

id berita pesisir selatan,berita sumbar,mandeh

Wisatawan di Mandeh wajib terapkan protokol COVID-19

Puncak Paku KWBT Mandeh. (antarasumbar/Istimewa)

Sebelum datang biasanya wisatawan akan berkomunikasi dengan kami terkait beberapa hal,
Painan (ANTARA) - Penyedia jasa usaha pariwisata di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mewajibkan wisatawan untuk menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

"Penerapan protokol kesehatan COVID-19 wajib bagi seluruh wisatawan, tanpa terkecuali. Hal tersebut telah kami sepakati antarpenyedia jasa usaha pariwisata di Mandeh sejak Mei 2020," kata salah seorang penyedia jasa usaha pariwisata, Elfi Mahyuni di Painan, Rabu.

Ia menambahkan, agar wisatawan tetap merasa nyaman, hal tersebut disampaikan lebih awal sebelum mereka sampai di Mandeh.

"Sebelum datang biasanya wisatawan akan berkomunikasi dengan kami terkait beberapa hal, mulai dari biaya sewa, sarana dan prasana di penginapan dan lainnya. Dan kesempatan tersebut kami manfaatkan untuk menyampaikan agar mereka menaati protokol kesehatan selama berkunjung," ujarnya.

Kendati demikian, lanjutnya masih ada saja wisatawan yang "membandel", namun setelah diberikan masukan secara menyeruh akhirnya mereka mengikutinya juga.

Ia menyebut penerapan protokol kesehatan yang ketat tidak hanya untuk kebaikan wisatawan, namun juga bagi pemandu dan masyarakat di sekitar Mandeh.

Penerapan protokol kesehatan yang dilakukan tidak hanya sebatas penggunaan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan, namun juga dilakukan dengan membatasi jumlah penumpang kapal, membatasi kunjungan terhadap lansia dan lain sebagainya.

"Penumpang kapal biasanya sebanyak 20 wisatawan, dan dimasa pandemi dibatasi menjadi 10 wisatawan saja, begitu terhadap kunjungan wisatawan lansia sengaja kami batasi karena mereka rentan tertular COVID-19," ungkapnya.

Ia mengatakan sejak Juli 2020 hingga saat ini kunjungan wisatawan ke Mandeh mulai membaik jika dibanding April hingga Juni 2020.

"Kasus COVID-19 di Pesisir Selatan terjadi pertama kali pada April 2020, dan kunjungan wisatawan langsung anjlok hingga Juni, dan sejak Juli hingga saat ini kunjungan wisatawan semakin membaik," ungkapnya.

Sesuai dengan catatannya sejak Juli hingga saat ini per bulan ia menerima sekitar tiga paket kunjungan, meski turun dari bulan biasa yang per bulannya menerima lima sampai tujuh paket, namun ia bersyukur kunjungan sudah mulai membaik.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar