
Hunia Hotel Bukittinggi Meningkat 80 Persen

Bukittinggi, (Antara) - Tingkat hunian hotel di Kota Bukittinggi bertepatan dengan libur sekolah setelah Ujian Nasional (UN) meningkat menjadi 80 persen dibanding hari biasa yang hanya 60 persen. "Hampir setiap tahun setelah UN berakhir tingkat hunian hotel di kota ini meningkat sekitar 80 pesen," kata Yenni, seorang petugas hotel di Kota Bukittinggi, Sabtu. Menurut dia, pengujung memesan kamar hotel untuk berlibur ke Kota Bukittinggi seminggu jelang berakhirnya UN. Pengujung yang datang berlibur ke Bukittinggi, kata dia, umumnya berasal dari Pekanbaru, Riau dan sebahagian kecil dari Jambi, Bengkulu, Sumatera Utara (Medan). Dikatakannya, wisatawan datang ke Bukittinggi, selain turis nusantara juga dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura dan dari Eropa. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bukittinggi, Syafroni Falian berharap agar pengelola hotel tetap memberlakukan harga standar sewa kamar. Harga sewa kamar hotel di Bukittinggi bervariasi seperti hotel kelas melati berkisaran Rp200 ribu sampai Rp400 ribu per malam. Hotel berbintang berkisar Rp700 ribu sampai Rp1 juta. Di Bukittinggi beroperasi sekitar 52 hotel dengan total kamar ditawarkan mencapai 1.237 kamar, mulai dari tipe bintang empat hingga kelas melati, pondok wisata dan penginapan (mess). Bukittinggi sebagai daerah tujuan wisata utama di wilayah Indonesia bagian Barat berada di kawasan dataran tinggi atau 800 meter dari permukaan laut (mdpl) yang berhawa sejuk serta kaya obyek wisata alam dan bangunan peninggalan masa lalu. Seperti objek "Lubang Japang", kawasan peninggalan masa lalu dari zaman penjajahan Jepang berada di pusat kota ini. Tidak jauh dari lokasi itu terdapat obyek wisata alam Ngarai Sianok dan kebun binatang yang memiliki koleksi puluhan satwa. Selain itu, terdapat wisata belanja dan kuliner di Pasar Atas, dan Pasar Aur Kuning dengan makanan kas "minangkabau" Nasi Kapau dan lainnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
