Hiu Tutul terdampar di perairan Pesisir Selatan

id berita pesisir selatan,berita sumbar,hiu

Hiu Tutul terdampar di perairan Pesisir Selatan

Hiu Tutul yang terdampar di Muara Sungai Batang Surantih. (antarasumbar/Istimewa)

Sebelum terdampar Hiu Tutul atau juga kami kenal dengan nama "kanca-kanca" ini kerap terlihat berenang di perairan dangkal sejak lima terakhir,
Painan (ANTARA) - Seekor Hiu Tutul dengan panjang lebih kurang tujuh meter terdampar di sekitar perairan Muara Sungai Batang Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin.

"Sebelum terdampar Hiu Tutul atau juga kami kenal dengan nama "kanca-kanca" ini kerap terlihat berenang di perairan dangkal sejak lima terakhir," kata Ketua kelompok nelayan Harapan Jaya Bagan Sutera, Ramadhan di Sutera, Senin.

Ia menambahkan, sebelum terdampar sejumlah nelayan telah berusaha menghalau Hiu ke perairan yang lebih dalam, namun usaha tersebut gagal.

Terkait hal itu, ia mengaku telah menghubungi sejumlah pihak seperti Dinas Perikanan Pesisir Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat dan lainnya.

"Mudah-mudahan menjelang sore ada tindakan komprehensif yang dilakukan oleh pihak-pihak berkompeten," ungkapnya.

Sebelumnya pada 19 Oktober 2019 seekor Hiu Tutul juga terdampar di perairan daerah setempat, tepatnya di Pantai Tan Sridano, Kecamatan Batang Kapas.

Sebelum terdampar, ikan malang tersebut terlebih dahulu masuk ke dalam pukat tepi, nelayan setempat pun berupaya menyelamatkan dengan menggiringnya ke perairan yang agak dalam, namun usaha tersebut gagal dan ikan itu akhirnya mati.

Selanjutnya, pada 6 Agustus 2019 ikan sejenis juga terdampar di Pantai Taluak Batuang yang juga berada di Kecamatan Batang Kapas, ikan malang ini pun di kubur di lokasinya terdampar oleh tim dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang sehari setelah itu.

Dan terakhir pada 9 Agustus 2019 Hiu jenis ini juga terdampar di Pantai Tan Sridano dan lokasi terdamparnya hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi terdampar pada 19 Oktober 2019.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar