Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pesisir Selatan Ajak Warga Terus Siaga

Kamis, 16 Mei 2013 13:45 WIB
Image Print

Painan, (Antara) - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengajak segenap warga di kabupaten itu terus siaga dan melaporkan dengan cepat jika terjadi bencana alam. "Kabupaten ini rawan dengan segala macam bentuk bencana, maka itu masyarakat harus siapsiaga sehingga tidak terjadi korban, baik jiwa maupun materil. Jika terjadi bencana informasikan segera ke pemerintahan terdekat agar dapat ditangani secaptnya," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan Jamaluddin di Painan, Kamis. Selain itu, semua kelompok siaga bencana (KSB) yang telah dibentuk agar dapat berperan maksimal sesuai fungsi dan tugasnya dan tujuan pembentukan KSB itu diseluruh nagari (desa adat) yang ada di kabupaten itu. Bencana alam di kabupaten itu tidak saja dapat terjadi saat musim hujan, tetapi juga pada musim kemarau atau hari-hari lainnya karena daerah itu rawan terhadap segala macam bentuk bencana alam. Kabupaten itu merupakan salah satu daerah yang rawan bencana karena secara geografis terdiri dari sungai besar, perbukitan dan laut. Dari posisi geografis itu, bentuk bencana alam yang selalu mengintai seperti, banjir, longsor, gempa, tsunami, gelombang pasang dan sebagainya. Menurut dia, penanganan saat terjadi bencana juga sangat penting dilakukan, seperti halnya mengungsikan korban bencana, menyiapkan tempat penampungan sementara (evakuasi), melaporkan kejadian bencana dan sebagainya demi penyelamatan warga dari bencana tersebut. Untuk melakukan hal tersebut perlu adanya informasi awal dari warga tentang kejadian atau bencana, tidak saja bencana besar, tetapi juga bencana lainnya, meski sekecil apapun bencana yang terjadi. Dengan informasi tersebut, pemkab dapat melakukan langkah apa yang akan diambil dalam penanganan dan selanjutnya. Sedangkan bagi KSB yang berada di masing-masing nagari dapat melakukan penanganan awal atau pertolongan pertama saat terjadi bencana. Sistem informasi yang tepat dan cepat tentang prediksi terjadinya bencana untuk mitigasi bencana juga sangat perlu dilakukan. Begitu juga dengan koordinasi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk penanggulangan bencana, perlu dilakukan. Kata dia, saat ini ada sebanyak 4.400 anggota KSB tersebar di 182 nagari yang ada di kabupaten itu. Sebagian kecil diantara anggota KSB itu sesuai dengan anggaran yang tersedia sudah dilatih sesuai dengan fungsi dan tugasnya di lapangan. Saat ini, pemkab setempat juga sudah membuat peta kerawananan bencana sesuai dengan karakteristik dan tingkat kerawanan pada masing-masing nagari. Dari peta itu dapat dilihat data tingkat kerawanan sesuai karakteristik dan penanganan yang akan dilakukan saat bencana terjadi. (*/jun/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026