
Jica: Prioritaskan Transportasi Publik Untuk Atasi Kemacetan

Jakarta, (Antara) - Ahli dari JICA mengemukakan bahwa transportasi publik harus diprioritaskan untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan lalu lintas, karena moda transportasi untuk umum saat ini cenderung untuk lebih ditinggalkan karena warga lebih suka kendaraan pribadi. "Transportasi publik dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Jabodetabek saat ini hanya berperan kecil," kata Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Kantor Indonesia, Hajime Higuchi dalam lokakarya "Resolusi untuk Memitigasi Kemacetan Lalu-Lintas di Wilayah Jabodetabek" yang digelar di Jakarta, Rabu. Hajime Higuchi menuturkan, jumlah kendaraan yang tercatat Polda Metro Jaya terus mengalami peningkatan secara drastis dalam jangka waktu sepuluh tahun terakhir. Berdasarkan data Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan yang tercatat di Jabodetabek pada tahun 2000 adalah sekitar 1,6 juta unit, sedangkan pada tahun 2010 sebanyak 7,5 juta unit dan diperkirakan akan mencapai sebesar 23 juta unit pada tahun 2030. Namun di saat yang bersamaan, lanjutnya, jumlah warga yang menggunakan beragam transportasi publik seperti bus terus menurun. Ia mengemukakan, proporsi warga pengguna bus atau kendaraan umum lainnya berkurang dari 50,1 persen pada 2002 menjadi 16,7 persen pada 2010, sedangkan pengguna mobil sedikit meningkat dari 15,2 persen menjadi 17,4 persen. Jumlah yang mencengangkan adalah peningkatan jumlah proporsi warga yang menggunakan kendaraan sepeda motor dari 27,8 persen pada 2002 menjadi 62,9 persen pada 2010. Hajime mengungkapkan, berdasarkan survei "Journey Experience Index" yang dilakukan di 23 kota di berbagai dunia, Jakarta adalah kota yang warganya paling tidak puas dalam melakukan "commuting" (perjalanan dari daerah sekitar kota ke dalam lingkungan kota itu sendiri atau sebaliknya). Sedangkan kota di dunia yang warganya paling puas dalam melakukan "commuting" adalah Kopenhagen, Denmark. Ia juga mengemukakan bahwa terdapat potensi kerugian ekonomi akibat permasalahan lalu lintas yang secara kumulatif dari tahun 2002 - 2020 berjumlah hingga sebesar Rp65 triliun. "Pendekatan komprehensif diperlukan untuk mengatasi meningkatnya kemacetan lalu lintas," katanya. Ia memaparkan, kerja sama terkini dari JICA di Jabodetabek melakukan pendekatan komprehensif mulai dari integrasi kebijakan hingga perbaikan jaringan jalan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
