Logo Header Antaranews Sumbar

PSKW Mulya Jaya Didorong Jadi Rujukan Nasional

Jumat, 10 Mei 2013 12:58 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Panti Sosial Karta Wanita (PSKW) Mulya Jaya Pasar Rebo didorong menjadi rujukan nasional dan panti percontohan untuk penanganan pekerja seks komersial (PSK). "Untuk persiapan menjadikan panti ini sebagai pusat percontohan kami sedang siapkan ruang informasi dan data, berikut ruang pamer atau workshop. Targetnya di 2014," kata Kepala PSKW Mulya Jaya Pasar Rebo Samantha Ali di Jakarta, Jumat. PSKW Mulya Jaya merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial yang khusus memberikan pelayanan dan rehabilitasi sosial kepada penyandang masalah tuna susila atau wanita tuna susila. Setiap tahunnya PSKW Mulya Jaya menerima 220 orang PSK untuk dua kali angkatan. Angkatan pertama mulai Januari hingga Juni dengan daya tampung 110 orang dan selebihnya pada Juli hingga Desember. Selain menampung PSK, panti sosial tersebut juga menampung sekitar 50 orang korban perdagangan manusia (traffiking). Samantha Ali mengatakan pantinya saat ini melebihi kapasitas daya tampung, untuk itu pihak pengelola melakukan seleksi dengan batasan usia minimal 15 tahun dan maksimal 45 tahun. Di samping itu, terdapat syarat lainnya bagi PSK yang ditampung di PSKW, di antaranya setelah dirazia dan didata petugas pekerja sosial sesuai syarat bisa masuk ke panti. Begitu pula meski mengidap penyakit infeksi menular seksual (IMS) setelah mendapat pemeriksaan dokter mereka tetap bisa ditampung di panti. Kecuali jika mengidap penyakit lainnya akan dirujuk ke instansi yang lebih memadai. "Jika ia positif mengidap HIV, maka kami rujuk ke panti rumah perlindungan Odha di Sukabumi atau dikembalikan ke instansi yang mengirim dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan," ujar dia. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026