Logo Header Antaranews Sumbar

Rusia Prihatin Terhadap Serangan Israel Atas Suriah

Selasa, 7 Mei 2013 05:52 WIB
Image Print

Moskow, Rusia, (Antara/AFP) - Rusia pada Senin menyuarakan keprihatinan atas serangan udara Israel terhadap sasaran di Suriah, dengan menyatakannya mengancam meningkatkan ketegangan di negara tetangga. "Kami memperhatikan dan mengulas semua keadaan, khususnya di sekitar laporan tentang serangan udara Israel pada 3 dan 5 Mei," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri. "Peningkatan lebih lanjut kemelut bersenjata itu meningkatkan ancaman penciptaan pusat ketegangan di Lebanon serta Suriah dan juga menggoyahkan keadaan cukup tenang di wilayah Perbatasan Israel-Lebanon itu," kata pernyataan itu. Israel belum secara resmi memastikan menyerang sasaran di Suriah, termasuk peluru kendali permukaan-ke-udara, yang salah satu sumber katakan diyakini diberi Rusia, sekutu lama pemerintah Suriah. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, Israel berhak mempertahankan keamanan setiap saat. Kementerian luar negeri Rusia juga mendesak Barat tidak memolitikkan laporan penggunaan senjata kimia di Suriah, yang pejabat katakan dilakukan kedua pihak. "Kami senantiasa mendesak penghentian pemolitikkan masalah sangat berbahaya itu dan meningkatkan suasana benci Suriah," kata pernyataan kementerian tersebut. Ditambahkannya bahwa Moskow merasakan keprihatinan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon tentang bagaimana peristiwa berlangsung di negara dilanda perang. Laporan mengenai serangan udara Isarel ke Suriah dibahas pada Minggu dalam percakapan telepon Ban dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil El-Araby, yang memiliki "keprihatinan besar" mengenai serangan itu dan dampaknya. "Sekretaris Jenderal (PBB) berbicara melalui telepon pada hari ini dengan El-Araby," kata pernyataan dikeluarkan di Markas PBB, New York, oleh juru bicara Ban, "Mereka memiliki keprihatinan besar mengenai serangan ke Suriah itu dan bahayanya bagi keamanan kawasan," kata pernyataan tersebut. "Mereka sepakat bahwa Wakil Sekretaris Jenderal akan mengikuti perkembangan bersama El-Araby di sisi konferensi Somalia pada pekan depan di London," kata pernyataan itu, yang merujuk kepada Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jan Eliasson. Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi menegaskan sikap negaranya, yang menyerukan penghentian kekerasan oleh semua pihak dan mengakhiri campur tangan asing serta arus senjata dan teroris ke Suriah. Tanggapan itu terjadi dalam pembicaraan melalui telepon pada Sabtu dengan Menteri Luar Negeri Mesir Mohammad Kamel Amro, ketika mereka membahas perkembangan terbaru kemelut di Suriah. Kedua menteri itu menegaskan tekad negara mereka bagi penyelesaian politik sebagai satu-satunya cara mengakhiri kemelut. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026