
Rusia Prihatin dengan Penggelaran Militer AS di Ukraina

Moskow, (Antara/Xinhua-OANA) - Rusia prihatin dengan kedatangan personel militer AS di wilayah Ukraina, kata Kementerian Luar Negeri Rusia pada Kamis (5/3). "Sebanyak 30 tentara AS dilaporkan telah ditempatkan di satu pesat pemelihara perdamaian di Wilayah Lvov di Ukraina Timur," kata Juru Bicara Kementerian itu Alexander Lukashevich kepada wartawan. Lukashevich menyatakan instruktur militer AS tersebut akan melatih tentara Ukraina mulai 5 Maret sampai 21 Oktober mengenai pengoperasian perangkat keras militer Barat, dan mengatakan kehadiran personel militer AS di Ukraina telah menjadi kenyataan. Ia juga menyoroti bahaya dari rencana AS untuk memulai pasokan banyak senjata ke Ukraina kendati ada penerapan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai di Minsk, Ibu Kota Nasional Belarusia, pada 12 Februari antara Pemerintah Ukraina dan gerilyawan Donbass di Ukraina Timur. Selain itu, Kongres AS telah menyusun rancangan mengenai pengalokasian satu militer dolar AS untuk mempersenjatai dan melatih militer Ukraina, kata Lukashevich, sebagaimana diberitakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. "Kelihatannya Washington memutuskan untuk menempatkan (Angkatan Bersenjata Ukraina) di bawah pemeliharaan penuh," kata Lukshavich, yang dikutip kantor berita Interfax. Sementara itu, juru bicara tersebut menyalahkan AS atas kehadiran personel militernya di Laut Hitam, sebagaimana dikatakan Komando Maritim NATO di dalam satu pengumuman daring bahwa enam kapal perang NATO telah tiba di Laut Hitam untuk pelatihan gabungan. "Ini agak bertentangan dengan pernyataan terbuka Pemerintah AS, yang mendukung penyelesaian politik bagi konflik di Ukraina," kata Lukashevich. Ia memperingtatkan tindakan semacam itu mungkin mengarah kepada "konsekuensi paling serius" bagi penyelesaian damai krisis tersebut. Lukashevich juga mendesak misi pemantau Organisasi bagi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa di Ukraina untuk mengabsahkan pelaksanaan Kesepakatan Minsk, terutama untuk memantau penarikan diri pihak yang bertikai "dengan cara yang tidak memihak, diselenggarakan dengan baik dan sistematis". Pada Kamis, Lukashevich membantah pernyataan Amerika Serikat bahwa Moskow mengirim ribuan tentaranya untuk bertempur bersama pembangkang di Ukraina. "Angka itu, yang asal comot, tentu saja mengacaukan dan menyesatkan masyarakat dunia," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland pada Rabu (4/3) di hadapan Komite Urusan Luar Negeri Kongres AS mengatakan Rusia telah mengerahkan "ribuan dan ribuan" prajurit ke Ukraina, meskipun ia tidak bisa menyebutkan angkanya secara pasti. Wakil Menteri Pertahanan Rusia Anatoly Antonov juga membantah tudingan tersebut serta tudingan yang dilontarkan oleh Kepala Pasukan AD AS di Eropa Letjen Ben Hodges bahwa ada 12.000 prajurit di Ukraina. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
