
AS "Prihatin" Terhadap Rencana Rudal Rusia

Washington, (Antara/AFP) - Amerika Serikat telah menyuarakan keprihatinan terhadap Rusia atas rencana memindahkan peluru kendali berkemampuan nuklirnya dekat perbatasan negara-negara tetangga, kata seorang pejabat Amerika Serikat Senin. "Kami telah mendesak Rusia tidak mengambil langkah-langkah untuk mengguncang wilayah tersebut," kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marie Harf, dan menambahkan bahwa AS juga telah menyampaikan ke Moskow tentang keprihatinan tetangga-tetangganya mengenai rencana untuk menggelar rudal Iskander-M di wilayah Kaliningrad. Polandia dan tiga negara Baltik pada Senin juga menyatakan bahwa alarm rudal akan mendekati perbatasan mereka. "Kita tentu tahu negara-negara di lingkungan telah menyatakankekhawatiran itu, dan kami akan terus berbicara dengan mereka tentang hal itu," kata Harf. Penyebaran rudal Rusia itu akan dilakukan untuk menanggapi rencana penyebaran perisai pertahanan udara AS yang disengketakan yang Washington telah lama berpendapat tidak ditujukan kepada Moskow. Versi lanjutan dari rudal Rusia memiliki jangkauan 500 kilometer(310 mil) dan berpotensi dapat digunakan untuk mengambil radar berbasis darat dan pencegat dari perisai baru NATO. Menteri Pertahanan Chuck Hagel mengatakan kepada timpalannya dari Rusia Sergei Shoigu melalui konferensi video pada Senin, bahwa kesepakatan awal nuklir dengan Iran "tidak menghilangkan kebutuhan " untuk perisai NATO. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah mengajukan bahwa kesepakatan dengan Teheran untuk menghentikan program nuklirnya dan itu akan membuat perisai NATO - yang Moskow telah lama menentang - menjadi tidak perlu. "Hagel menekankan bahwa upaya pertahanan rudal AS dan NATO tidak menimbulkan ancaman bagi Rusia, dan mendesak agar kedua pihak melanjutkan konsultasi mengenai rencana rudal di masa depan di Eropa," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
