Selama Ramadhan dan Lebaran volume sampah di Payakumbuh tak meningkat

id produksi sampah payakumbuh,kota payakumbuh,Dinas Lingkungan Hidup payakumbuh

Selama Ramadhan dan Lebaran volume sampah di Payakumbuh tak meningkat

Pemulung memilah sampah yang dapat didaur ulang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat mencatat volume sampah pada saat Ramadhan dan Labaran tahun ini masih normal bahkan cenderung menurun, yakni 66 sampai 75 ton setiap harinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Dafrul Pasi di Payakumbuh, Senin mengatakan selain tahun ini, hampir setiap tahunnya volume sampah pada saat Ramadhan dan Lebaran meningkat enam sampai sepuluh persen.

“Pada tahun ini normal, seperti hari-hari biasanya. Biasanya, kalau Ramadhan dan lebaran itu, volume sampah kitarata-rata setiap harinya mencapai lebih dari 80 ton,” katanya.

Hal ini, katanya tidak terlepas dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pemberlakuan PSBB ini membuat akses warga dari daerah lain masuk ke Payakumbuh sangat terbatas.

“Selanjutnya juga disebabkan karena ada pembatasan usaha kuliner. Biasanya kan kuliner di Payakumbuh saat lebaran itu luar biasa ya, banyak buka bersama di kafe. Tapi Ramadhan sekarang kan tidak dibolehkan untuk menyediakan meja dan kursi untuk makan di tempat,” sebutnya.

Ia mengatakan tonase sampah pada April 2020 ini kurang lebih sebanyak 2.147 ton atau dengan rata-rata 71 ton setiap harinya. Rataan seperti ini bertahan hingga menjelang akhir Mei.

Angka ini menurun dari bulan sebelumnya, yang mana pada Maret, tonase sampah di Payakumbuh mencapai 2.479 ton atau hampir 80 ton per-harinya.

“Pada Maret itu kan baru ada imbauan untuk tidak boleh memakan makanan di kafe atau rumah makan, saat itu angka masyarakat kita yang melakukan pemesanan makanan melalui jasa kurir itu meningkat sekarang berangsur normal,”ujarnya.

Sebelumnya, kata dia, pada saat musim penghujan, tonase sampah di Payakumbuh juga mengalami peningkatan.

“Hal ini disebabkan meningkatnya kadar air yang ada di tempat pembuangan sampah yang membuat berat sampah meningkat,” sebutnya. (*).
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar