
Srikandi Tim Total Indonesia Tembus Gurun Maroko

Jakarta, (Antara) - Empat srikandi dari Tim Total E&P Indonesie berhasil menyelesaikan Rally Aicha des Gazelles di gurun Maroko dengan menempuh jarak 1.500 kilometer selama delapan hari sejak 21-28 Maret 2013. "Mereka sudah membuktikan diri sebagai srikandi-srikandi Indonesia yang penuh keberanian dan dedikasi untuk melawan tantangan alam dan berbagai keterbatasan sebagai perempuan," kata Executive Vice President Total E&P Indonesie Hardy Pramono di Jakarta, Kamis. Hardy Pramono mengatakan partisipasi perusahaan itu dalam reli dunia itu merupakan bagian dari prinsip keberagaman yang sedang digalakkan Total E&P. Menurut dia, seorang perempuan Indonesia harus memiliki semangat dan daya juang yang pantang menyerah seperti yang ditunjukkan para Gazelles (sebutan pereli) itu. "Indonesia sepanjang sejarahnya memiliki banyak wanita tanggung seperti Kartini, Cut Nyak Dien hingga Susi Susanti," ujarnya. Tim Total E&P Indonesie dalam ajang itu menurunkan empar orang perempuan yang dibagi dalam dua tim, yaitu Tim Black Orchid dan Tim Tarutung. Tim Black Orchid terdiri atas Edwina Kharisma Utamidewi, sedangkan Tim Tarutung terdiri atas Yudith Thesia Rani dan Shanti Radianti. Shanti Radianti mengatakan keikutsertaannya dalam ajang tersebut bukan soal menang atau kalah tetapi bagaimana menghadapi rintangan alam yang belum ditemui. Rintangan itu menurut dia harus dihadapi dengan segala keterbatasan peralatan dan pengalaman yang dimilikinya. Menurut Shanti, kedua tim dari Total E&P Indonesie tidak memiliki pengalaman diajang reli ditingkat lokal maupun nasional. Edwina mengatakan tim reli Total E&P Indonesie dipilih melalui proses seleksi dalam beberapa tahap termasuk wawancara dengan tim seleksi Total-Paris. Dia menjelaskan yang dinilai tidak hanya kemampuan mengendarai mobil tetapi juga semangat serta kondisi psikis saat menghadapi sebuah kendala. Tim reli Total E&P Indonesie sejak 21-28 Maret mengikuti ajang tersebut dan bertarung dengan 150 tim dari 33 negara yang ikut ajang tersebut. Seluruh tim hanya diberikan kompas konvensional dan peta topografi untuk dapat mencapai satu titik poin ke titik lain. Pada 2013 Tim Black Orchid menempati posisi 113 di klasemen umum dari 150 peserta, sedangkan di klasemen Total di posisi 11. Tim Tarutung berada di posisi 118 di klasemen umum dan di posisi 13 klasemen Total. Tahun 2013 merupakan kali kedua tim ini ikut dalam kejuaraan tersebut setelah sebelumnya tahun 2012 mengikuti dengan mengirim empat orang. Tahun lalu Total E&P Indonesia mengirimkan empat perwakilan yaitu Fitri Maryanti, Tri Setiawati, Asti Surakusumah dan Bernadita Darina. Fitri dan Tri yang tergabung dalam tim Cendrawasih berhasil menempati peringkat 85 di klasemen umum dari sekitar 150 peserta, sementara di klasemen tim Total E&P secara global berada di posisi ketiga dari 11 tim terkirim. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
