Polisi turunkan tim usut kebakaran di Padang Teater

id berita padang, berita sumbar, kebakaran di padang, pasar raya padang, padang teater

Polisi turunkan tim usut kebakaran di Padang Teater

Petugas memadamkan api yang membakar toko di Padang Teater pada Jumat malam. (Antara/Fathul Abdi)

Padang, (ANTARA) -

Pihak Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menurunkan tim untuk mengusut peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Padang Teater, Pasar Raya Padang, sumatera Barat (Sumbar), Jumat malam.

"Untuk tahap awal kami sudah mengamankan lokasi kejadian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas peristiwa kebakaran ini," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan, diwawancarai di lokasi kebakaran pada Jumat malam.

Hanya saja, katanya, karena sarana penerangan di lokasi yang minim maka pemrosesan akan dilanjutkan pada Sabtu (4/1) pagi.

"Kita tentunya juga akan melibatkan tim forensik untuk mengusut peristiwa ini, mencari tahu apa penyebab dan hal lainnya," katanya.

Beruntung, lanjutnya, kobaran api di lantai II itu bisa dipadamkan dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran sehingga arealnya tidak meluas.

Selain itu tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Baca juga: Toko di kawasan Padang Teater terbakar pada Jumat malam

Sementara Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dedi Henidal menyebutkan ada 13 unit kios yang dilalap si jago merah.

Dengan rincian sebanyak 12 unit kios menjual pakaian, satu unit kios barang elektronik, ditambah dua lapak penjual minuman serta makanan juga ludes dalam peristiwa itu.

Ia mengatakan ketika peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, keadaan di lokasi sedang kosong dan tidak ada kios yang beroperasi.

Kobaran api bisa dijinakkan petugas sekitar 23.30 WIB, sehingga api tidak merambat lebih luas ke toko lain.

Mengingat lantai II kawasan Padang Teater tersebut adalah kawasan padat dan kios-kios berjejer rapat.

Baca juga: 13 kios di kawasan Padang Teater Padang hangus dilalap "si jago merah"
Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar