Berkunjungan ke Angso Duo tak perlu waswas lagi

id Pulau Angso Duo,Pantai Gandoriah,Pariwisata Pariaman

Berkunjungan ke Angso Duo tak perlu waswas lagi

Sejumlah wisatawan turun dari kapal wisata dari Pulau Angso Duo, Pariaman, Sumbar. (Antara/Aadiaat M. S.)

Pariaman (ANTARA) - Kunjungan wisatawan ke Pulau Angso Duo di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) meningkat hingga 150 persen dari 200 orang pada hari biasa menjadi 500 orang memasuki libur sekolah dan tahun baru 2020.

"Kunjungan tersebut mulai meningkat pada Sabtu (21/12) dan didominasi wisatawan asal luar Kota Pariaman dan Sumbar," kata Ketua Koperasi Piaman Wisata Mandiri Riki Bermana di Pariaman, Rabu.

Ia menambahkan dalam memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengunjung, seperti tidak terulang lagi insiden kapal karam yang terjadi pada beberapa bulan lalu, pengelolaan kapal wisata sekarang diserahkan kepada koperasi sebagai naungan pengusaha kapal di daerah itu.

"Sistem kami perbaiki dengan memiliki izin resmi, serta dengan perlengkapan pengamanan yang lengkap," katanya.

Ia menyebutkan saat ini jumlah kapal wisata yang tergabung ke dalam koperasi tersebut mencapai 30 unit dengan keberangkatan dua lokasi yaitu pertama di dermaga yang terletak di muara dan kedua di pantai.

"Namun masih ada pengusaha kapal yang belum tergabung dalam koperasi, namun kami yakin secara bertahap akan masuk ke dalam koperasi," ujarnya.

Ia menyampaikan saat ini tiket kapal ke Pulau Angso Duo Rp40 ribu per orang untuk akomodasi ke pulau dan balik, naik Rp5 ribu dari harga sebelumnya yaitu Rp35 ribu.

Meskipun ada pihak yang menjual harga tiket di bawah dari harga tersebut maka ia memastikan hal tersebut merupakan kegiatan ilegal dan tidak memiliki tiket serta asuransi.

Oleh karena itu, lanjutnya pihaknya mengimbau wisatawan yang akan ke Pulau Angso Duo untuk tidak menaiki kapal yang tidak memiliki tiket agar keselamatannya terjamin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Alfian mengatakan pengalihan pengelolaan kapal wisata ke koperasi diberlakukan pascainsiden kapal karam.

"Namun pengawasan tetap dilakukan," kata dia.

Ia mengatakan pengawasan operasional kapal dilakukan oleh Dinas Perhubungan serta pihak lainnya sedangkan pihaknya bertugas untuk peningkatan pelayanan dan sadar wisata.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar