
Bom Bunuh Diri di Irak Tewaskan 25 Orang

Baquba, Iraq, (Antara/AFP) - Ledakan bom bunuh diri terencana saat kampanye terbuka untuk pemilihan tingkat provinsi di Irak wilayah tengah menewaskan 25 orang, Sabtu. Serangan itu menandai kekerasan yang terus berlanjut dua pekan menjelang pemilihan tingkat provinsi pada 20 April 2013. Kekerasan yang terus terjadi menimbulkan tanda tanya mengenai kredibilitas pemilihan di Irak yang pertama kali berlangsung sejak 2010, dan setelah 10 tahun invasi Amerika Serikat yang menyingkirkan Saddam Hussein . Pemilihan yang digadang untuk mewujudkan demokrasi stabil itu, malah meninggalkan banyak tindakan kekerasan. Pendukung Muthanna Ahmed Abdulwahid, kandidat dari kelompok Suni untuk partai Azimun Ala Al-bina, mengadakan pertemuan di kota bergejolak Baquba, 60 kilometer (35 mil) wilayah utara Baghdad pada siang hari.. Saat pertemuan itu, seorang milisi melemparkan granat dan meledakkan bom bunuh diri, berdasarkan pernyataan seorang kolonel polisi dan petugas medis rumah sakit Baquba. Sebanyak 25 orang tewas dan 60 lainnya mengalami luka-luka, kata sumber resmi pemrintah. Abudlwahid pun tampak menjadi korban luka akibat peristiwa itu. Provinsi Diyala, dimana ibu kota Baquba terletak merupakan kawasan yang paling sering terjadi tindak kekerasan. Sebanyak 560 orang tewas pada 2012. Angka itu adalah yang tertinggi di Irak, menurut sumber LSM Irak Body Count yang bermarkas di Inggris. Begitu banyak serangan kepada para kandidat pemilihan tingkat provinsi yang dijadwalkan pada 20 April 2013. Korban tewas sudah mencapai 12orang, berdasarkan data AFP. Para diplomat juga telah menyuarakan keprihatinan atas keputusan pemerintah untuk menunda pemilihan di dua propinsi dan tidak menyelenggarakan di empat propinsi lainnya. Dengan begitu, hanya terdapat 12 dari 18 provinsi di Irak yang akan menyelenggarakan pemilihan. Pemilihan ini merupakan yang pertama kali di Irak sejak pemilu parlemen Maret 2010 dan penarikan pasukan Amerika Serikat pada akhir 2011. Irak sedang terperosok krisis politik yang dimulai ketika Perdana Menteri Nuri al-Maliki melawan mantan rekan kabinet persatuan nasional , di tengah protes anti-pemerintah oleh minoritas Arab Sunni, selama lebih dari tiga bulan. Pada Sabtu, seorang warga sipil tewas dan dua milisi anti-Qaeda terluka dalam ledakan bom barat laut Baghdad. Pasukan keamanan juga menemukan seorang polisi yang diculik di dekat wilayah ibukota pada sehari sebelumnya. Kekerasan meningkat tajam menjelang pemilihan tingkat provinsi, dengan 271 orang tewas pada bulan Maret, yang merupakan tertinggi sejak Agustus. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
