Logo Header Antaranews Sumbar

Warga Kampung Manggis Harapkan Listrik

Senin, 1 April 2013 16:10 WIB
Image Print

Padangpanjang, (Antara) - Warga RT VI Sungai Andok Kelurahan Kampung Manggis, Kota Padangpanjang, Sumatera Barat mengharapkan listrik. Salah seorang warga Sungai Andok, Yunasril, di Padangpanjang, mengatakan, kehadiran listrik dan penerangan umum di lingkungan tempat tinggal mereka, memang sudah sangat lama didambakan warga RT VI. Meski sempat dijanjikan akan dialiri listrik oleh sejumlah pihak, baik pemerintah daerah maupun unsur legislatif, namun hingga kini tak juga kunjung ada realisasinya, ujarnya. "Kami juga ingin menikmati listrik. Namun, tak sekali dua kali harapan ini kami sampaikan kepada pihak pemerintah daerah. Tapi beginilah kondisinya," ujar Yunasril yang juga penghulu dari salah satu persukuan di daerah itu. Pemandangan miris dan menyayat hati, memang terlihat kontras di sekitar lokasi permukiman warga RT VI, yang terletak tidak begitu jauh dari lokasi tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Sungai Andok. Hak mereka untuk mendapat fasilitas listrik, justru diambil alih tumpukan sampah yang menggunung di lokasi TPAS itu. Efendi, warga RT VI lainnya menyebutkan, belum masuknya aliran listrik ke rumah warga, memang menjadi salah satu persoalan pelik yang kini tengah dihadapi warga. Selain menyulitkan anak-anak saat belajar di malam hari, tidak adanya penerangan di lingkungan tempat tinggal mereka, juga kerap menimbulkan ancaman terhadap keamanan dan keteriban lingkungan. "Kami ingin keluhan yang sudah cukup lama disuarakan ini, benar-benar menjadi perhatian serius dan segera disikapi pemerintah daerah. Jika memang terkendala dalam hal biaya, kami juga memohon untuk bisa diberikan dispensasi," kata dia. Salah seorang tokoh masyarakat Padangpanjang, Hendri Arnis yang berkesempatan menyambangi lokasi permukiman warga RT VI Sungai Andok mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Selain masih banyak ditemukan keluarga pra-sejahtera, warga yang berdomisili di kawasan itu, sampai saat ini ternyata juga masih belum menikmati fasilitas listrik. "Kondisi ini seperti memberikan inspirasi dan menjadi tantangan bagi saya. Insya Allah, jika memang kelak dipercaya masyarakat untuk memimpin Padangpanjang, saya akan berikan porsi perhatian penuh dan akan menjadikan program pengentasan kemiskinan sebagai prioritas," kata Hendri. Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Padangpanjang Reflis menyebutkan, pihaknya merencanakan untuk menyediakan program listrik gratis untuk warga setempat. Tetapi, karena adanya kendala program tersebut belum bisa direalisasikan. "Untuk menyambungkan arus listrik ke 12 rumah warga tersebut, dibutuhkan tambahan biaya lagi, karena karena lokasinya jauh dari jalan raya tempat berdirinya tiang induk PLN. Sementara, anggaran untuk penambahan penyambungan itu tidak tersedia," sebut Reflis. (**/ben/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026