Edhy Prabowo kemungkinan tempati Kementerian yang ditinggalkan Susi

id Gerindra,calon menteri Jokowi,Edhy Prabowo,Kabinet Jokowi,Kabinet Kerja Jilid II

Edhy Prabowo kemungkinan tempati Kementerian yang ditinggalkan Susi

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo melambaikan tangan saat meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo kemungkinan akan menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Saya dengar seharian ini, (Edhy Prabowo) jadi Menteri Kelautan (dan Perikanan), namun kita tunggu saja pengumuman resmi Presiden Jokowi pada Rabu (23/10)," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan Edhy Prabowo berlatar belakang Ketua Komisi IV DPR yang dekat dengan nelayan dan paham persoalan kelautan. Selain itu menurut dia, Edhy merupakan aktivis Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA).

"Jadi beliau pas kalau ditempatkan di KKP, tidak ada persoalan," ujarnya.

Dia membantah kalau nantinya Edhy menjadi Menteri KKP bertentangan dengan visi misi Gerindra di sektor pangan, karena sumber daya laut khususnya ikan sangat penting.

Menurut dia, Gerindra memiliki program revolusi putih dan generasi emas yang poin-poinnya ada terkait sumber daya laut seperti ikan.

"Indonesia merupakan bangsa maritim namun konsumsi ikan masih rendah padahal kandungan gizinya sangat tinggi yang mampu meningkatkan kualitas SDM kita," katanya.

Menurut dia, Gerindra tidak kecewa apabila diberikan kursi Menteri KKP, karena itu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi yangtentu tidak mudah membuat formasi kabinet di periode kedua kepemimpinannya.

Habiburokhman mengatakan Gerindra telah memberikan pokok-pokok pikirannya di lima bidang kepada Presiden, namun kalau diberikan amanah di sebagian usulan tersebut maka partainya sangat menghargai.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar