
Pesawat Komersial Mesir-Iran Kembali Beroperasi

Kairo, (Antara/Reuters) - Pesawat komersial antara Mesir dan Iran kembali lepas-landas pada Sabtu (30/3), yang merupakan langkah paling akhir menuju normalisasi hubungan setelah terputus sejak Revolusi Islam Iran 1979. Mesir dan Iran pada Oktober 2010 sepakat melanjutkan penerbangan langsung, sebelum presiden Hosni Mubarak didepak dari jabatan, tapi tak ada penerbangan yang dilakukan. "Satu pesawat Air Memphis, milik pengusaha Mesir Rami Lakah, lepas-landas dari Kairo menuju Teheran pada Sabtu pagi, membawa delapan warganegara Iran termasuk beberapa diplomat," kata seorang pejabat bandar udara sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Ia menambahkan, perusahaan penerbangan tersebut belakangan dapat membawa lebih banyak wisawatan dan pengusaha antara Mesir dan Iran. Hubungan diplomatik antara Iran dan Mesir terputus setelah Revolusi Islam 1979 di Teheran, ketika pemerintah di Kairo memberi suaka kepada Shah, yang terguling. Namun hubungan kedua negara tersebut membaik selama bertahun-tahun, dan telah menjadi makin baik sejak terpilihnya Mohamed Moursi, dari kubu Islam sebagai Presiden Mesir pada Juni 2012. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengunjungi Mesir pada Februari, kunjungan pertama oleh seorang pemimpin Iran ke Kairo dalam lebih dari tiga dasawarsa, dan menyerukan persekutuan strategis dengan Mesir serta menawarkan bantuan bagi negara Arab yang kesulitan uang itu. Moursi mengunjungi Iran pada Agustus lalu untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi internasional. Ia menggagas satu komite kuartet --yang terdiri atas Mesir, Turki, Iran dan Arab Saudi-- untuk membahas cara mengakhiri perang saudara di Suriah. Arab Saudi belakangan keluar dari kelompok tersebut. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
