Akses jalan kunci utama perluasan jaringan listrik di Mentawai

id PLTBm Saliguma

Akses jalan kunci utama perluasan jaringan listrik di Mentawai

Petugas PLTBm Saliguma melakukan pengecekan generator dan mesin di ruang kontrol PLTBm guna memastikan suplai listrik ke rumah-rumah masyarakat tidak terganggu. (Antara/Fandi Yogari)

Tuapejat, (ANTARA) - Pembangunan jalan TransMentawai menjadi kunci perluasan jaringan listrik di kabupaten itu, karena dengan adanya jalan akses pembangunan jaringan listrik untuk masyarakat lebih mudah dilakukan.

"Sulitnya medan dan belum adanya akses jalan yang memadai membuat kewajiban PLN untuk memberikan layanan listrik kepada masyarakat belum optimal dilakukan," kata Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto saat peresmian PLTBm di Saliguma, Pulau Siberut, Kabupaten Mentawai, Selasa (17/9).

Ia mengatakan, akses jalan sangat diperlukan karena dengan adanya akses jalan PLN akan dengan mudah membuka jaringan listrik ke pelosok-pelosok desa di Mentawai.

Ia menyebut kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Biomasa (PLTBm) bambu ini, tidak hanya meningkatkan rasio elektrifikasi di Mentawai menjadi 51 persen, juga membantu PLN dalam menekan biaya pokok operasi yang selama ini cukup besar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Kehadiran PLTBm di tiga desa Kabupaten Mentawai dengan total kapasitas 700 Kwh yang melistriki 1.233 pelanggan baru.

"Kami bersyukur kehadiran PLTBm di tiga desa, ini membuat elektrifikasi di Mentawai naik 5,5 persen dari 46 persen menjadi 51 persen. selain itu dengan total kapasistas 700 Kwhsudah mampu melistriki 1.233 pelanggan baru," katanya.

Harapan Bupati Mentawai pada 2020 rasio elektrifikasi di Mentawaimencapai 100 persen. Namun saat ini ada beberapa kendala yang dapat memperlambat terwujudnya interkoneksi tersebut yaitu insfrastruktur jalan yang belum ada.

PLN mengharapkan bantuan dari Pemkab Mentawai dan Pemprov Sumbar untuk segera menyelesaikan pembangunan jalan di Kepulauan Mentawai sehingga PLN dapat menempatkan fasilitas untuk jaringan distribusi listrik yang ada di pinggir jalan.

"Kenapa di pinggir jalan, karena untuk memudahkan dan mengamankan jaringan distribusi PLN dari gangguan pohon dan binatang," katanya.

Di sisi lain GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar, Bambang Dwiyanto mengatakan PLN akan terus berusaha meningkatkan rasio elektrifikasi yang ada di Kepulauan Mentawai.

Sehingga nanti seluruh masyarakat Mentawai dapat menikmati aliran listrik. Namun belum dapat dipastikan untuk mewujudkan hal itu dengan tetap menggunakan PLTBm atau menggunakan jenis energi terbarukan lainnya.

"Kita lihat kondisi dulu apakah infrastrukturnya sudah memadai sehingga memudahkan PLN dalam menyalurkan listrik ke daerah lain di Kabupaten Mentawai.

Untuk saat ini, masyarakat di Pulau Siberut yang menggunakan PLTBm bisa membeli token atau pulsa listrik di kantor pelayanan atau di tempat pembelian token yang sudah ditentukan.

Selain itu, untuk kelancaran akses komunikasi sebagai faktor utama penyebaran listrik, PT ICON+ (anak perusahaan PT PLN (Persero) juga menyambung internet di Desa Saliguma.

Program Internet Pedesaan yang diberi nama Ides Cafe tersebut merupakan langkah awal menuju internet rakyat yang diharapkan dapat meningkatkan rasio internetisasi dan konektivitas di daerah 3T yang belum terjangkau oleh jaringan internet.

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menanggapi permintaan PLN terhadap infrastruktur terutama jalan di Kabupaten Mentawai untuk menyebarkan aliran listrik ke seluruh daerah di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Minggu lalu saya bertemu dengan Deputi III Kemenko Maritim. Kami membawa usulan Kabupaten Mentawai dan Alhamdulillah jalan Trans Mentawai yang sebeleh timur dibuka 29 Kilometer lagi oleh Bakti TNI yang berasal dari APBN, Balai PU Provinsi/Balai Bina Marga," kata Wagub.

Ia juga mengusulkan bahwa kawasan barat atau lintas barat kepulauan Mentawai 187 kilometer untuk dibuka sehingga ada nanti desa yang terletak di daerah pedalaman bisa keluar.

Dimana setelah ada jalan poros ini, maka rencananya akan dibuka jalan-jalan yang saling terhubung sehingga dari satu desa ke desa lainnya dapat lebih mudah diakses dan sesuai dengan keinginan PLN guna menyebarkan dengan lebih luas aliran listrik di Mentawai.

"Kemajuan ekonomi masyarakat Mentawai tergantung dengan adanya aliran listrik yang dibangun oleh PLN," katanya.

Pemprov Sumbar akan terus mengawal pembangunan Trans Mentawai yang telah dikerjakan secara bertahap tersebut agar cepat selesai. Sehingga PLN juga dapat membangun jaringan aliran listrik pada jalan-jalan yang telah selesai dikerjakan di daerah Kabupaten Mentawai.

Pemerintah Pusat melalui Kepala Bappenas Bambang Bodjonegoro siap untuk mendukung penyelesaian Trans Mentawai agar daerah tersebut dapat segera keluar dari 3T.

"Kita juga mendorong Mentawai jadi wisata kelas dunia. Namun untuk mewujudkan itu tentu harus didukung oleh infrastruktur seperti listrik yang memadai, pelabuhan, bandara hingga akses jalan yang mudah dari suatu wilayah ke wilayah lainnya di Kepulauan Mentawai," tuturnya.

Selain itu, dirinya telah memprioritaskan pembangunan mentawai agar keluar dari ketertinggalan pada 2024 dengan memasukan mentawai kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar