SMPN 1 bentuk kelompok sadar hukum untuk tingkatkan kesadaran hukum warga sekolah

id Sekolah Sadar Hukum,SMPN 1 Padang Panjang

SMPN 1 bentuk kelompok sadar hukum untuk tingkatkan kesadaran hukum warga sekolah

SMPN 1 tahun 2019 memperoleh penghargaan Sekolah Sadar Hukum dari Pemprov Sumbar. (Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang (ANTARA) - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Padang Panjang, Sumatera Barat membentuk kelompok sadar hukum di tiap kelas untuk menumbuhkan kesadaran hukum para siswa dan warga sekolah.

Kepala SMPN 1 Padang Panjang Rita Yanti di Padang Panjang mengatakan setiap kelompok sadar hukum dibimbing oleh seorang guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).

Indikator yang menjadi acuan program sadar hukum di sekolah tersebut yaitu sekolah tanpa narkoba, tanpa rokok, tanpa perundungan (bullying), tanpa pungutan liar dan perilaku jujur tidak menyontek.

Semua indikator tersebut, ujarnya telah termasuk dalam peraturan sekolah yang mesti dipatuhi warga sekolah dan dibentuknya kelompok sadar hukum pada setiap kelas guna mendukung penguatan dijalankannya indikator tersebut.

Ia menilai, hukum sebenarnya memiliki penjabaran yang luas namun untuk dapat memahami dengan baik mengenai hukum, siswa harus memahami dulu dari hal sederhana agar ketika makin dewasa diharapkan makin terbiasa dengan sikap sadar hukum.

"Dengan penerapan sikap sadar hukum, SMPN 1 tahun ini memperoleh penghargaan Sekolah Sadar Hukum dari Pemprov Sumbar," katanya.

Pengajaran sadar hukum, ujarnya juga didukung oleh pemangku kepentingan di daerah yang memberikan penyuluhan ke sekolah seperti Kejaksaan Negeri, kepolisian, dan Satpol PP Padang Panjang.

"Sadar hukum kami harapkan menjadi sikap yang melekat pada pribadi siswa dan bisa mendongkrak prestasi tidak hanya bidang akademik namun juga di lingkungan mereka tinggal," katanya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar