Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Ajak Pemangku Kepentingan Percepat Capai MDGs

Selasa, 26 Maret 2013 10:27 WIB
Image Print

Tanjung Benoa, (Antara) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan waktu tiga tahun yang tersisa menjelang 2015 untuk sebaik-baiknya mempercepat dan memperluas pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). "Mari sisa tahun yang tinggal tiga tahun ini, kita gunakan sebaik-baiknya mempercepat, memperluas sejauh yang kita bisa. Jangan karena sudah ada pembicaraan kerangka baru kerja sama pasca 2015 lalu upaya kita kendor," kata Presiden saat membuka rangkaian Penghargaan MDG Indonesia/Indonesia MDG Awards (IMA) 2012. Presiden mendorong terciptanya suatu koordinasi bersama yang lebih baik di antara seluruh pemangku kepentingan untuk memenuhi delapan target MDGs mengingat meskipun pembahasan kerangka baru telah dimulai MDGs tetap diperlukan. MDGs adalah target-target peningkatan kesejahteraan dan hajat hidup --antara lain meliputi bidang pendidikan, kesehatan ibu dan anak serta pencegahan penyakit menular--yang disepakati bersama oleh dunia internasional pada 2000 untuk dicapai pada 2015. Menjelang berakhirnya MDGs, PBB kemudian menunjuk tiga kepala pemerintahan, Presiden Yudhoyono, PM Inggris David Cameron dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, untuk menyusun agenda pembangunan baru. Pembahasan itu telah berlangsung tiga putaran di New York (AS), London (Inggris) dan Monrovia (Liberia). Putaran keempat berlangsung di Bali, 26-27 Maret. Imbauan Presiden untuk tetap berusaha sebaik-baiknya memenuhi target MDGs didasarkan pada pendapat Presiden agar kerangka pembangunan yang baru tidak sepenuhnya merombak total MDGs. Menurut Presiden, sejauh ini ada tiga opsi terkait kerangka pembangunan baru yaitu opsi pertama adalah mempertahankan delapan target MDGs dan mempertajam yang kurang, opsi kedua menambah satu atau dua target pada delapan target yang ada dan opsi ketiga adalah baru sama sekali. "Saya secara pribadi tidak setuju dengan opsi ketiga, lebih bagus satu atau dua," katanya namun pembahasan belum selesai. Peningkatan taraf hidup Pada kesempatan itu Presiden juga menggarisbawahi tujuan pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup rakyat dan membebaskan rakyat miskin dari kecemasan menghadapi kehidupan. Presiden mengaku sangat mengetahui kehidupan rakyat miskin karena dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang relatif miskin. Untuk itu ,pemerintahannya mengembangkan empat strategi pembangunan yaitu pembangunan yang pro pertumbuhan, penciptaan lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan dan lingkungan hidup. Menurut keterangan dari Kantor Utusan Khusus Presiden untuk MDGs (KUKPRI MDGs), Indonesia MDG Awards (IMA) adalah sebuah forum tahunan sebagai apresiasi bagi para pelaku pembangunan berwawasan MDGs terbaik dari seluruh nusantara. Penghargaan IMA 2012 diberikan kepada pemenang dari masing-masing kelompok kepesertaan yaitu pemerintah kabupaten- kota, sektor swasta, LSM dan organisasi pemuda di lima kategori yaitu meliputi kesehatan ibu dan anak, nutrisi, akses kepada air bersih dan sanitasi, pendidikan serta penanggulangan HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya. Delapan belas pelaku terbaik dari seluruh Indonesia dan dua media dengan pemberitaan terbaik seputar isu pembangunan mendapat anugerah MDG Indonesia (IMA) 2012. Penghargaan umum untuk kategori Ibu dan Anak diberikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk MDGs Nila Moeloek, penghargaan umum untuk kategori Nutrisi diberikn oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Salsiah Alisjahbana, penghargaan umum untuk kategori Akses Air Bersih dan Sanitasi yang Layak diberikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Penghargaan umum untuk kategori Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS dan Penyakit Menular Lainnya diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari dan penghargaan umum untuk kategori Pendidikan diberikan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi Sementara itu empat penghargaan khusus yaitu untuk Upaya Penurunan Kemiskinan kepada Universitas Negeri Semarang, Penggerak Pembangunan kepada Pemerintah Kabupaten Poso, Provinsi Terbaik kepada Provinsi Sumatera Barat, Institusi Media Lokal dan Nasional Terbaik kepada Harian Haluan Padang dan Harian Umum Kompas diberikan oleh Menko Kesra Agung Laksono. Daftar pemenang kategori kabupaten-kota menurut data KUKPRI MDGs antara lain Banjar, Jawa Barat untuk kategori kesehatan ibu dan anak melalui program peningkatan keselamatan ibu dan anak, Sleman, Yogyakarta untuk kategori layanan air bersih dan sanitasi untuk program penyehatan lingkungan kawasan padat penduduk DAS Gajahwong, Bantul (Yogyakarta) untuk kategori nutrisi melalui program diversifikasi pangan lokal dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin, Payakumbuh (Sumatra Barat) untuk kategori pendidikan melalui program penyelenggaraan pendidikan inklusif, Halmahera Selatan (Maluku Utara) untuk kategori penanggulangan HIV dan penyakit menular lainnya melalui program penanggulangan malaria. Sementara itu penghargaan IMA 2012 kategori sektor swasta diberikan kepada antara lain PT Pertamina Persero di Ende untuk kategori kesehatan ibu dan anak, PT Indocement Tunggal Prakarsa untuk kategori layanan air bersih dan sanitasi, Aqua Group untuk kategori pendidikan dan Adaro untuk kategori penanggulangan HIV dan penyakit menular lainnya. Penghargaan IMA 2012 untuk kategori LSM diberikan kepada antara lain Perkumpulan Persada untuk kategori kesehatan ibu dan anak, The Green Foundation untuk kategori layanan air bersih dan sanitasi, dan Yayasan Kampung untuk kategori pendidikan. Penghargaan IMA 2012 untuk kategori organisasi kepemudaan diberikan kepada antara lain BEM FK UGM untuk kategori kesehatan ibu dan anak, Universitas Jember untuk kategori pendidikan, Universitas Negeri Semarang untuk kategori layanan air bersih dan sanitasi, dan FK UNPAD untuk kategori penanggualangan HIV dan penyakit menular lainnya. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026