
Kadin: RI-India Perlu Lebih Mengenal Potensi Masing-masing

Jakarta, (Antara) - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan baik Indonesia maupun India perlu lebih mengenal potensi masing-masing negara agar bisa meningkatkan hubungan perdagangan. Ditemui usai menghadiri India-Indonesia Investment Round Table Seminar di Jakarta, Kamis, Suryo mengatakan pengusaha Indonesia kurang informasi mengenai potensi di India sehingga masih sedikit pengusaha yang berinvestasi di negara itu. "Karena kurang kenal potensi di India, makanya kita harus 'spend time' untuk itu," kata dia. Kendati demikian, Suryo menilai Indonesia sama halnya seperti negara besar lain, punya fenomena dimana pengusaha dan pemerintahnya berpikir untuk lebih dulu memajukan ekonomi domestik. Dia juga berpandangan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan proyek pembangunan yang bisa membuka kesempatan berbisnis pihak lain sehingga wajar jika banyak pihak akan lebih memilih untuk memajukan sektor domestik sebelum menjangkau pasar luar. "Kecuali mereka (pengusaha, red.) melihat ada peluang yang sangat bagus ke arah sana (ekspansi keluar negeri, red.)," katanya. Pada kesempatan yang sama, Duta Besar India untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN Gurjit Singh juga mengatakan agar ada kisah sukses yang lebih banyak dipublikasikan untuk mendukung datangnya investasi baru. "Karena kami ingin menjadi mitra pilihan investasi untuk Indonesia, kami juga berharap agar perusahaan Indonesia bisa datang ke India untuk melihat potensi yang ada di sana," katanya. Selain itu, dia merekomendasikan adanya kejelasan akses dan regulasi untuk berinvestasi di Indonesia. Dia juga mendorong adanya penerbangan langsung ke India guna mempermudah jalinan bisnis di kedua negara. Sepanjang 2012, ada sekitar 58 perusahaan India yang berinvestasi di Indonesia dengan nilai investasi senilai 78,1 juta dolar AS. Jumlahnya diprediksi akan terus tumbuh mengingat pertumbuhannya dari 2011 mencapai 86,4 persen. Selain itu, kedua negara telah menjadi mitra perdagangan sejak bertahun-tahun lalu, dimana sekitar 8,13 persen ekpor Indonesia (2012) ditujukan untuk India. Sebaliknya, Indonesia merupakan negara tujuan ekspor kedua terbesar India di ASEAN setelah Singapura. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
