Logo Header Antaranews Sumbar

FIELD-Bumi Ceria Akhiri Program di Padang Pariaman

Selasa, 19 Maret 2013 21:56 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kemanusian FIELD-Bumi Ceria Indonesia akan mengakhiri keberadaannya dalam pendampingan masyarakat Kabupaten Padang Pariaman melalui pelaksanaan program-program penyiapan petani tangguh terhadap bencana dan kerawanan pangan. Keberadaan dan aktivitas FIELD-Bumi Ceria Indonesia di Padang Pariaman akan berakhir dengan kegiatan terakhir berupa Lokakarya Penutupan Program, pada Rabu (20/3), kata pimpinan FIELD-Bumi Ceria Indonesia Padang Pariaman, Syafrizaldi di Padang, Selasa. FIELD-Bumi Ceria Indonesia merupakan lembaga pelaksana program yang mendukung ketangguhan masyarakat terhadap perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana pada komunitas petani di Padang Pariaman, Sumbar. Program ini didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) dan diimplementasikan oleh Yayasan FIELD Indonesia, tambahnya. Kegiatan terakhir FIELD-Bumi Ceria Indonesia berupa Lokakarya Penutupan Program dilaksanakan Balairung Anai Resort, Padang Pariaman dengan agenda utama pameran hasil-hasil sekolah lapangan yang dibina lembaga ini. FIELD-Bumi Ceria Indonesia melaksanakan sejumlah program untuk pendampingan petani dan masyarakat nagari (wilayah pemerintahan adat setingkat desa, red), pascagempa 31 September 2009 dan berlangsung selama sekitar lima tahun. Selama melakukan pendampingan lembaga ini telah diluncurkan satu rogram untuk membangun ketangguhan masyarakat tani Padang Pariaman bertajuk FIELD-Bumi Ceria dengan judul "Building Disaster and Climate Change Resilience in Padang Pariaman Farmer Community, West Sumatra". Ia mengakui, dalam pelaksanaan program tentunya tidak menutup kemugkinan mendapatkan perhatian, kritik, masukan dan komentar dari para pihak yang terlibat dalam gerakan bersama untuk pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim. Program ini dilaksanakan sepenuhnya oleh Field Indonesia melalui dukungan cooperative agreement no. AID-497-A-10-00002 dari United States Agency for International Development (USAID) sejak 1 Oktber 2010 hingga 29 Maret 2013, tambahnya. Hasil yang telah didapat dari pelaksanaan program ini adalah, lebih dari 2.000 orang telah menjadi kader-kader di level nagari untuk mengurangi risiko bencana dan perubahan iklim. Lalu, lebih dari 8.000 orang telah terlatih dalam mengurangi risiko bencana dan perubahan iklim dan lebih dari 100 kelompok masyarakat serta kelompok-kelompok siswa di sekolah-sekolah yang bekerja bahu-membahu dalam mengurangi risiko bencana dan perubahan iklim. Kemudian, ratusan orang sudah menjadi kader-kader dalam penyelamatan korban ketika ada bencana serta puluhan lainnya yang memiliki kemampuan SAR, serta lebih dari 20 nagari di Kabupaten Padang Pariaman telah menerima manfaat langsung keberadaan program. Selain ini, lebih dari Rp1 milyar rupiah (baik dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk lain) yang telah disumbangkan para pihak untuk mendukung program ini, tambahnya. (*/hen/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026