50 KUBE di Sawahlunto terima bantuan usaha ekonomi produktif dari Kemensos

id Kelompok Usaha Bersama ,Kemensos,Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

Bimtek kelompok usaha bersama di Sawahlunto. (Dok. Humas Pemkot Sawahlunto)

Sawahlunto (ANTARA) - Kementerian Sosial memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 50 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Kota Sawahlunto, Sumatera, dengan masing - masing kelompok menerima bantuan modal usaha sebesar Rp20 juta.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMD - PPA) Kota Sawahlunto, Dedi Syahendry di Sawahlunto, Jumat mengatakan sebelum bantuan modal usaha Rp20 juta per kelompok tersebut ditransfer langsung ke rekening masing - masing kelompok, para peserta KUBE terlebih dahulu mengikuti rangkaian persiapan dan pelatihan dalam bentuk Bimbingan Teknis (Bimtek).

Bimtek pertama untuk 50 KUBE di Kota Arang itu diselenggarakan di Aula Kantor Camat Barangin, Jumat.

Ia mengatakan dalam bimtek pertama tersebut para anggota KUBE diberikan materi tentang pengelolaan dana bantuan untuk modal maupun pengembangan usaha, termasuk manajemen dinamika kelompok, serta materi terkait lainnya.

Dalam KUBE setiap kelompok berjumlah 10 orang yang sebarannya ada di setiap kecamatan, yakni 15 KUBE di kecamatan Barangin dan 15 KUBE juga di Talawi, kemudian 10 KUBE di Lembah Segar, 10 KUBE juga di Silungkang

KUBE itu terbagi dalam 27 usaha peternakan, 12 usaha perkebunan, 6 usaha tenun songket dan 5 usaha perdagangan.

Sumber data yang dipakai sebagai rujukan bagi penentuan masyarakat yang bisa mendapatkan bantuan KUBE ini, sebutnya didasarkan dari Basis Data Terpadu (BDT) Keluarga Miskin (Gakin) dari Kementerian Sosial RI.

"Meski ini BDT dari Kemensos, tapi sumbernya kan dari bawah, dari desa, lalu kecamatan kemudian Kota yang setiap tahunnya dikirim lagi ke Kementerian terkait. Jadi ada periodenya itu diperbarui terus," sebutnya.

Ia mengatakan total dana bantuan KUBE yang diberikan ke Sawahlunto pada 2019 mencapai Rp1,5 miliar.

"Rp1 miliar itu dalam bentuk dana bantuan langsung yang ditransfer ke masing - masing kelompok, sisanya kurang lebih Rp500 juta itu digunakan untuk biaya kegiatan bimtek, pendampingan, termasuk biaya transportasi dan akomodasi kegiatan terkait tersebut," jelasnya.

Terkait untuk pendampingan (monitoring) dan evaluasi KUBE ini, Kepala Bidang Sosial Dinsos PMD - PPA Kota Sawahlunto, Nurhasnah mengatakan akan dilakukan secara optimal yang dibantu oleh pendamping - pendamping KUBE yang dilatih dan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Sosial.

"Belajar dari program KUBE dahulunya yang tidak maksimal karena monitoring dan evaluasinya mandeg. Maka kali ini, kita monitor dan evaluasi itu benar - benar diprioritaskan," ujarnya.

Kemensos sebutnya menurunkan seorang pendamping untuk 10 KUBE. Para pendamping yang sehari - hari di lapangan akan berinteraksi langsung mengawasi.

"Jika ada permasalahan yang tidak bisa ditangani pendamping, kami dari Dinas siap langsung turun membantu," ujarnya.

Sementara, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta berpesan agar para anggota KUBE benar - benar mendayagunakan bantuan tersebut sehingga berdampak bagi peningkatan perekonomian.

"Saya sangat berharap melalui program bantuan ini dapat kita jalankan dengan optimal. Sehingga tahun depan, saya bertemu dengan bapak - ibu bukan lagi bapak - ibu sebagai anggota KUBE, tapi bapak - ibu sudah menjadi pengusaha," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar