Trek mangrove Pariaman lapuk, dua wisatawan terjatuh

id trek manggrove,wisata mangrove,wisata edukasi,wisata pariaman

Seorang pengunjung membaca imbauan di depan trek mangrove di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat untuk mencari informasi terkait tentang jalur tersebut. (Antara Sumbar/Aadiaat M. S))

Pariaman (ANTARA) - Trek mangrove di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat, rusak pada libur lebaran karena jalur yang terbuat dari kayu itu sudah lapuk sehingga objek wisata edukasi itu ditutup sementara.

"Sebelum lebaran kami sudah memperbaiki trek itu tapi karena jumlah pengunjung yang banyak jadi jalur tersebut ambruk sekitar beberapa meter," kata Ketua Tabuik Diving Club (TDC) Tomi di Pariaman, Kamis.

Akibat ambruknya trek tersebut, imbuhnya dua wisatawan terjatuh hingga mengalami luka ringan yang biaya pengobatannya telah tanggung TDC.

Permasalahan tersebut telah disampaikan kepada pihak Pertamina yang merupakan pihak yang membantu TDC dalam hal pendanaan.

"Pihak Pertamina pun telah mengunjungi trek untuk melihat kondisi kerusakannya," katanya.

Baca juga: Komunitas pecinta lingkungan Pariaman tambah jalur penelusuran mangrove

Ia menyebutkan trek tersebut rusak sekitar 10 meter dari titik awal jalur yang digunakan untuk melihat hutan mangrove yang memiliki luas sekitar lima kilometer persegi.

Trek tersebut memiliki panjang 95 meter yang mana 45 meter terdiri dari kayu sedangkan 50 meter merupakan beton beralaskan kayu.

Sepanjang 45 meter merupakan pembangunan tahap pertama sedangkan 50 meter merupakan pembangunan yang kedua.

Akibat trek tersebut ditutup sejumlah pengunjung terpaksa berswafoto di depan jalur manggrove karena pihak pengelola memalang jalur dari kayu.

Sementara itu salah seorang pengunjung Nofri mengatakan dirinya baru pertama kali datang ke trek manggrove tersebut dan tidak mengetahui kalau jalur itu ditutup.

Ia berharap jalur tersebut segera diperbaiki agar dapat kembali ditelusuri oleh pengunjung.

Baca juga: Pariaman tanam ratusan batang mangrove pascadibabat
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar